Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sekolah Rakyat Permudah Akses Pendidikan Gratis bagi Anak Miskin Ekstrem Tanpa Proses Ribet

I Putu Suyatra • Jumat, 17 April 2026 | 11:34 WIB
Sekolah Rakyat
Sekolah Rakyat

BALIEXPRESS.ID – Pemerintah terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui program prioritas di sektor pendidikan. Salah satu langkah konkret dilakukan lewat program Sekolah Rakyat, yang dirancang untuk mempercepat akses pendidikan gratis dan bermutu bagi anak dari keluarga miskin ekstrem.

Program ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam menghadapi dinamika global sekaligus menjaga stabilitas sosial dan ekonomi jangka panjang.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melakukan kunjungan jurnalistik ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 7 di Kota Probolinggo, Jawa Timur, guna memastikan transparansi informasi sekaligus memperkuat publikasi program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Direktur Ekosistem Media Kemkomdigi, Farida Dewi Maharani, menyampaikan bahwa saat ini Sekolah Rakyat telah berjalan aktif dengan menerima siswa dan melaksanakan proses pembelajaran.

“Sekarang Sekolah Rakyat sudah berjalan. Kami ingin publik mendapatkan informasi lengkap, termasuk pengalaman langsung dari siswa, guru, dan orang tua,” ujarnya.

Sejak diluncurkan pada 14 Juli 2025, program Sekolah Rakyat mengusung konsep pendidikan gratis berbasis asrama. Tidak hanya fokus pada akademik, program ini juga menekankan pembentukan karakter, penguatan nilai kebangsaan, serta pengembangan keterampilan vokasi.

Selain itu, Kemkomdigi juga memfasilitasi dialog antara jurnalis, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran menyeluruh terkait implementasi program, termasuk kesiapan infrastruktur seperti akses internet untuk mendukung pembelajaran digital.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa proses penerimaan siswa dilakukan secara ketat, transparan, dan berbasis data terpadu.

“Sesuai arahan Presiden, tidak boleh ada titipan, suap, maupun praktik KKN. Semua berbasis DTSEN agar tepat sasaran,” tegasnya.

Ia menambahkan, program ini difokuskan untuk menjangkau kelompok masyarakat pada desil terbawah agar bantuan pendidikan benar-benar dirasakan oleh yang membutuhkan.

Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq memastikan kualitas pendidikan tetap menjadi prioritas utama dalam program Sekolah Rakyat.

“Sekolah Rakyat didukung oleh guru berkualitas agar anak-anak mendapatkan pembelajaran terbaik,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan di daerah melalui unit pelaksana teknis agar mutu pendidikan tetap terjaga.

Melalui program Sekolah Rakyat, pemerintah menegaskan bahwa investasi nasional tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pembangunan manusia. Program ini diharapkan mampu mempercepat pengentasan kemiskinan sekaligus menciptakan generasi unggul di masa depan.

Editor : I Putu Suyatra
#Sekolah Rakyat