BALIEXPRESS.ID – Program rekrutmen 30 ribu manajer Koperasi Merah Putih resmi dibuka pemerintah sebagai upaya memperkuat serapan tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa di seluruh Indonesia. Langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan koperasi dapat beroperasi secara optimal dan berkelanjutan.
Pemerintah terus mempercepat pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Hingga kini, sekitar 7.000 unit koperasi telah rampung 100 persen dan tersebar di berbagai daerah.
Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi RI, Panel Barus, mengungkapkan bahwa capaian tersebut merupakan bagian dari target nasional pembangunan sekitar 35.000 koperasi secara bertahap.
“Sampai hari ini, hampir 7.000 unit koperasi sudah selesai sepenuhnya di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Pemerintah menargetkan 30.000 unit koperasi dapat diselesaikan pada Agustus 2026. Selain pembangunan fisik, penguatan operasional koperasi menjadi fokus utama agar segera memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat desa.
“Harapannya, koperasi ini bisa langsung menjalankan kegiatan bisnis sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Panel.
Untuk mendukung operasional, pemerintah menyiapkan kebutuhan sumber daya manusia dalam jumlah besar. Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, menyebut setiap koperasi akan melibatkan sekitar 15 hingga 18 tenaga kerja di berbagai posisi.
Program ini dinilai membuka peluang kerja baru di desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.
Selain tenaga operasional, rekrutmen 30 ribu manajer koperasi menjadi langkah strategis untuk memastikan pengelolaan profesional. Proses seleksi dilakukan secara terbuka dan gratis, dengan prioritas bagi putra-putri daerah.
Rekrutmen ini juga terintegrasi dengan data Kementerian Sosial, khususnya bagi penerima bantuan sosial Desil 1 hingga Desil 4, sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan rekrutmen telah dimulai sejak 15 April 2026 dengan target lebih dari 35 ribu peserta.
“Pemerintah membuka kesempatan seluas-luasnya bagi putra-putri terbaik Indonesia untuk terlibat dalam pengelolaan Koperasi Merah Putih, baik di desa, kelurahan, maupun kampung nelayan,” ujarnya.
Dengan pembangunan koperasi yang masif dan dukungan SDM melalui rekrutmen besar-besaran, Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.