Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Prabowo Tak Pandang Bulu, Pejabat Dekat Presiden pun Diminta Tetap Diperiksa BPKP

I Putu Suyatra • Sabtu, 16 Mei 2026 | 13:29 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto memberikan arahan pada acara Penyerahan Denda Administrasi dan Lahan Kawasan Hutan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (13/5/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
Presiden RI Prabowo Subianto memberikan arahan pada acara Penyerahan Denda Administrasi dan Lahan Kawasan Hutan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (13/5/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos) 

BALIEXPRESS.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan tidak akan melindungi pejabat yang diduga melakukan penyelewengan, meski memiliki kedekatan dengannya. Sikap tegas itu disampaikan Prabowo saat memberikan arahan di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5).

Dalam pernyataannya, Prabowo bahkan mengungkap Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sempat merasa ragu melanjutkan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat karena diketahui dekat dengan Presiden.

“Kepala BPKP datang ke saya agak gemetar. Saya heran kenapa, ternyata stres karena yang dia laporkan beberapa orang dekat sama saya. Dia minta petunjuk, boleh diteruskan atau tidak pemeriksaannya,” ujar Prabowo.

Namun, respons Presiden justru mengejutkan. Ia meminta pemeriksaan tetap dilanjutkan tanpa pandang bulu.

“Teruskan pemeriksaan. Tidak ada urusan mau orang Prabowo atau bukan, dekat sama saya atau tidak. Kalau ada indikasi, terus periksa,” tegasnya.

Pernyataan itu langsung menjadi sorotan karena menunjukkan pesan keras Prabowo terhadap pejabat yang diduga bermain-main dengan uang rakyat. Presiden mengaku prihatin karena hingga kini masih menerima laporan mengenai penyalahgunaan jabatan oleh aparatur yang telah diberi kepercayaan menduduki posisi penting.

Menurutnya, jabatan seharusnya dijaga dengan kehormatan, bukan dijadikan alat memperkaya diri.

Prabowo juga mengingatkan bahwa di era digital saat ini, berbagai bentuk penyelewengan semakin mudah terungkap. Ia menyebut teknologi membuat jejak penyimpangan sulit disembunyikan.

“Sekarang ada digital, ada macam-macam, pasti ketahuan. Saya sedih, di ujung karir malah tersandung kasus. Yang paling saya sedih nanti anak dan istrinya,” ujarnya.

Tak hanya itu, Prabowo memastikan penindakan juga berlaku bagi kader partainya sendiri. Ia menyebut sejumlah kader Partai Gerindra telah diproses hukum sebagai bukti bahwa tidak ada perlakuan khusus.

Presiden turut meminta pejabat aktif maupun mantan pejabat, termasuk dari kalangan militer, menyelesaikan masa pengabdiannya secara terhormat dan tidak meninggalkan catatan buruk.

Ia pun melontarkan ultimatum keras bagi pihak yang enggan mengembalikan hasil yang diperoleh secara tidak sah.

“Suruh kembalikan yang dia dapat secara tidak halal. Kalau tidak mau, ya sudah, urusan sama kejaksaan,” pungkasnya.

Editor : I Putu Suyatra
#Prabowo Subianto