BALIEXPRESS.ID – Kasus dugaan pengeroyokan brutal di kawasan Pasar Grogol, Jakarta Barat, menghebohkan media sosial. Seorang pria berinisial DM, warga Palmerah, diduga menjadi korban penganiayaan sadis hingga terjatuh dari lantai dua bangunan pasar pada Sabtu dini hari (10/5) sekitar pukul 02.00 WIB.
Peristiwa itu kini tengah diselidiki aparat kepolisian setelah video kondisi korban viral di Instagram dan memicu kemarahan publik.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, membenarkan adanya dugaan pengeroyokan yang terjadi di wilayah hukum Polsek Grogol Petamburan.
“Korban mengalami peristiwa tersebut di kawasan Weston atau Pasar Grogol dan kemudian dibawa ke RS Tarakan,” ujar Budi dalam keterangannya, Sabtu.
Namun terkait informasi korban dilempar dari lantai dua, polisi masih melakukan pendalaman.
“Terkait informasi yang menyebutkan korban dilempar dari lantai dua, hal tersebut masih dalam proses penyelidikan,” katanya.
Berdasarkan keterangan sementara sejumlah saksi, insiden bermula dari keributan di lokasi yang kemudian berlanjut hingga ke lantai dua Pasar Grogol. Situasi disebut memanas sebelum korban akhirnya terjatuh ke lantai dasar dalam kondisi tidak sadarkan diri.
“Korban diduga dikeroyok oleh beberapa orang, lalu terjatuh ke lantai dasar,” jelas Budi.
Polisi kini bergerak memburu para pelaku. Sejumlah langkah telah dilakukan, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi, hingga penelusuran rekaman CCTV di sekitar lokasi.
Kasus ini makin menjadi sorotan setelah akun Instagram @balewartawanjakpus10 mengunggah video korban yang sedang dirawat di rumah sakit. Dalam unggahan itu disebutkan korban awalnya hanya berniat melerai pertengkaran pacarnya dengan seorang perempuan.
Namun situasi justru berubah mencekam. Korban disebut menjadi sasaran pengeroyokan brutal oleh lebih dari 15 remaja.
Tak hanya diduga dilempar dari lantai dua, korban disebut masih terus dianiaya setelah terjatuh. Tubuhnya diinjak-injak dan dipukuli secara membabi buta oleh para pelaku.
Narasi viral tersebut memicu reaksi keras warganet yang mendesak polisi segera menangkap seluruh pelaku dan mengusut tuntas aksi kekerasan yang dinilai sudah kelewat brutal itu.
Editor : I Putu Suyatra