Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

OPM Serang Pendulang Emas di Yahukimo, Pemerintah Perketat Pengamanan Papua

I Putu Suyatra • Jumat, 22 Mei 2026 | 17:50 WIB
Pasukan Koops TNI Habema bersiap mengevakuasi 8 jenazah korban pembantaian OPM di wilayah Korowai, Yahukimo. (Kopps TNI Habema)
Pasukan Koops TNI Habema bersiap mengevakuasi 8 jenazah korban pembantaian OPM di wilayah Korowai, Yahukimo. (Kopps TNI Habema)

BALIEXPRESS.ID – Pemerintah kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan masyarakat Papua setelah aksi penyerangan yang diduga dilakukan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah Korowai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Dalam insiden tersebut, delapan warga sipil yang berprofesi sebagai pendulang emas dilaporkan meninggal dunia.

Peristiwa penyerangan OPM di Yahukimo itu memicu kecaman karena para korban merupakan warga sipil yang tengah mencari nafkah. Aparat keamanan pun bergerak cepat dengan meningkatkan pengamanan serta melakukan pengejaran terhadap pelaku guna menjaga situasi tetap kondusif di Papua Pegunungan.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letnan Kolonel Inf M. Wirya Arthadiguna, menegaskan bahwa delapan korban tewas bukan anggota aparat keamanan seperti yang diklaim kelompok OPM.

“Delapan orang tersebut bukan aparat keamanan seperti yang dituduhkan kelompok OPM, melainkan warga sipil yang sedang melakukan aktivitas pendulangan emas di wilayah tersebut,” ujar Letnan Kolonel Inf M. Wirya Arthadiguna.

Aksi penyerangan itu diduga dilakukan kelompok TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo yang dipimpin Mayor Kopitua Heluka bersama pasukan Batalyon Yamue di bawah komando Mayor Dejang Heluka. Aparat menilai tindakan tersebut sebagai bentuk kekerasan yang mengganggu stabilitas keamanan dan menghambat pembangunan Papua yang damai dan sejahtera.

Pemerintah melalui aparat keamanan memastikan perlindungan masyarakat menjadi prioritas utama. Pengamanan dan patroli di wilayah Yahukimo kini terus diperketat guna mencegah aksi kekerasan serupa kembali terjadi.

“Koops TNI Habema mengutuk keras aksi kekerasan dan pembunuhan terhadap warga sipil yang dilakukan kelompok OPM. TNI akan melakukan pengejaran terhadap para pelaku serta terus meningkatkan keamanan di wilayah Yahukimo,” tegas Letnan Kolonel Inf M. Wirya Arthadiguna.

Sementara itu, Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 juga berhasil mengamankan seorang pria berinisial YB (34) yang diduga menjabat sebagai Wakil Komandan Batalyon HSSBI Kodap XVI Yahukimo. Dari hasil pengembangan penyelidikan, aparat menemukan sejumlah barang bukti berupa amunisi, senjata tajam, dan komponen yang diduga terkait perakitan senjata.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan penindakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga keamanan di Papua.

“Penindakan ini merupakan hasil pengembangan dari penyelidikan yang dilakukan aparat di Yahukimo. Dari hasil penggeledahan ditemukan sejumlah amunisi dan barang-barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata,” ujar Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani.

Pemerintah memastikan penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata di Papua dilakukan secara profesional dan terukur demi menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif bagi masyarakat Papua.

Editor : I Putu Suyatra
#tni #papua #opm