Kadin Apresiasi Program Makan Bergizi Gratis Presiden Prabowo, Bantu Pemenuhan Gizi Anak di Daerah Pelosok

I Putu Suyatra • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 21:25 WIB
MBG di Papua
MBG di Papua 

BALIEXPRESS.ID – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto. Program ini dinilai mampu menjadi solusi nyata dalam meningkatkan pemenuhan gizi anak-anak, khususnya di wilayah pedesaan, pelosok, dan daerah terpencil.

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pangan Kadin Indonesia, Mulyadi Jayabaya, mengatakan Program Makan Bergizi Gratis memberikan manfaat langsung bagi anak-anak sekolah yang selama ini kesulitan memperoleh asupan makanan bergizi setiap hari.

"Anak sekolah di desa-desa terpencil, makan pagi tidak, makan siang juga tidak, Pak. Tapi dengan adanya MBG, program Pak Prabowo ini, ini luar biasa," ujar Jayabaya.

Menurutnya, Program Makan Bergizi Gratis telah memberikan dampak positif terhadap kualitas hidup masyarakat, terutama bagi anak-anak di daerah pelosok yang membutuhkan perhatian lebih dalam pemenuhan kebutuhan gizi.

"Kehadiran Program MBG menjadi solusi konkret atas persoalan pemenuhan gizi yang selama ini dialami anak-anak di daerah pedesaan," katanya.

Jayabaya menjelaskan, intervensi pemerintah melalui Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak, tetapi juga meringankan beban ekonomi keluarga. Program tersebut sekaligus menjadi fondasi penting dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang sehat, unggul, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas.

Selain meningkatkan kualitas kesehatan anak, Kadin Indonesia juga menilai Program Makan Bergizi Gratis memiliki dampak ekonomi yang luas. Pelaksanaan program ini mampu menggerakkan perekonomian daerah melalui keterlibatan petani, peternak, nelayan, serta pelaku UMKM sebagai bagian dari rantai pasok bahan pangan.

Dari sisi ketahanan pangan, Kadin memandang kebijakan pemerintah saat ini sangat strategis untuk memastikan kebutuhan pangan sekitar 280 juta penduduk Indonesia dapat dipenuhi melalui peningkatan produksi dalam negeri.

Jayabaya menekankan bahwa keberhasilan ketahanan pangan perlu didukung tiga langkah utama, yakni penyediaan bibit unggul yang sesuai dengan karakteristik wilayah, perluasan akses pembiayaan bagi petani, serta penguatan peran penyuluh pertanian di lapangan.

"Langkah tersebut diperlukan agar produktivitas dan kesejahteraan petani terus meningkat," ujarnya.

Kadin Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis. Dukungan tersebut diharapkan dapat memastikan distribusi program berjalan optimal, efisien, dan tepat sasaran sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat hingga ke seluruh pelosok Indonesia.

Editor : I Putu Suyatra
Mbg