BALIEXPRESS.ID – Pemerintah menjadikan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 sebagai instrumen strategis untuk memperkuat fondasi perekonomian nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah menetapkan delapan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) dalam RAPBN 2027. Sejumlah sektor menjadi fokus utama, yakni kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, serta hilirisasi dan industrialisasi.
Presiden Prabowo mengatakan, RAPBN 2027 dirancang untuk menjawab kebutuhan pembangunan nasional sekaligus memperkuat kemandirian Indonesia.
“RAPBN tahun 2027 kita fokuskan untuk delapan Program Kerja Prioritas Nasional atau PKPN,” ujar Presiden Prabowo.
Menurutnya, arah kebijakan RAPBN 2027 menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat kemandirian bangsa dan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Di sektor pangan, pemerintah akan memperkuat produksi dalam negeri dan ketahanan pangan nasional. Kebijakan ini diarahkan untuk memastikan ketersediaan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Sementara di sektor energi, pemerintah mendorong peningkatan kemandirian melalui penguatan kapasitas produksi, pengembangan energi baru dan terbarukan, serta pembangunan infrastruktur energi.
Bidang pendidikan dan kesehatan juga menjadi prioritas penting dalam RAPBN 2027. Pemerintah menargetkan penguatan kualitas sumber daya manusia agar semakin unggul, sehat, produktif, dan mampu bersaing di tingkat global.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan RAPBN 2027 disusun secara ekspansif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Untuk tahun 2027, pemerintah optimis kinerja perekonomian nasional akan tetap solid dan terjaga seiring dengan terpeliharanya stabilitas makroekonomi dan dukungan kebijakan pemerintah,” ujar Purbaya.
Menurutnya, pengalaman pemerintah dalam menghadapi dinamika perekonomian global sepanjang 2026 menjadi modal penting dalam merancang kebijakan fiskal yang mampu mengurangi dampak ketidakpastian global terhadap perekonomian Indonesia.
“Fiskal kita tetap dirancang untuk ekspansif walaupun tidak besar sekali. Tapi yang jelas dari pemerintah akan ada dorongan ke perekonomian,” jelasnya.
Selain pangan, energi, pendidikan, dan kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi menjadi bagian penting dari strategi RAPBN 2027. Kebijakan tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.
Penguatan hilirisasi diharapkan mampu menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, memperkuat industri nasional, serta meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
Dalam RAPBN 2027, belanja negara dirancang mencapai Rp4.097,2 triliun, sementara pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8–6,5 persen.
Dengan arah kebijakan tersebut, pemerintah berupaya menjadikan APBN 2027 semakin produktif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Anggaran negara tidak hanya diarahkan untuk menjaga stabilitas ekonomi, tetapi juga mempercepat transformasi struktural nasional.
Fokus RAPBN 2027 pada pangan, energi, pendidikan, kesehatan, hilirisasi, dan industrialisasi menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk membangun Indonesia yang semakin mandiri, berdaya saing, dan sejahtera. (*)
Editor : I Putu Suyatra