BALIEXPRESS.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi program pemerintah yang paling banyak dipilih masyarakat berdasarkan hasil survei Media Survei Nasional (Median). MBG menempati posisi teratas dibandingkan sejumlah program pemerintah lainnya yang menjadi objek pengukuran.
Direktur Eksekutif Median Rico Marbun mengatakan survei dilakukan di 38 provinsi di Indonesia dengan metode wawancara tatap muka. Hasil survei menunjukkan MBG dipilih oleh 38,4 persen masyarakat.
Program Makan Bergizi Gratis berada di posisi pertama, disusul Program Sekolah Rakyat dengan 15,7 persen dan program bantuan sosial atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar 6,3 persen.
“Program pemerintah yang paling disukai publik, satu itu masih MBG dengan semua kontroversinya begitu ya, 38,4 persen mengatakan Makan Bergizi Gratis, kedua Sekolah Rakyat 15,7 persen dan Bansos atau BLT 6,3 persen,” ujar Rico.
Tingginya pilihan publik terhadap MBG menunjukkan program tersebut memiliki tingkat perhatian yang cukup kuat di tengah masyarakat. Kebijakan yang berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan dasar, terutama gizi dan kesehatan, menjadi salah satu faktor yang membuat MBG mendapat perhatian luas.
Rico Marbun mengatakan hasil survei tersebut menunjukkan MBG menjadi program pemerintah yang paling menonjol dalam perhatian publik serta memiliki tingkat penerimaan lebih tinggi dibandingkan sejumlah program pemerintah lainnya.
“Data survei ini menunjukkan bahwa MBG menjadi program yang paling menonjol dalam perhatian publik dan memiliki tingkat penerimaan yang lebih tinggi dibandingkan program pemerintah lainnya,” kata Rico.
Sebagai program pemerintah, Makan Bergizi Gratis dirancang untuk memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat melalui penyediaan makanan bergizi bagi kelompok penerima manfaat. Program ini juga diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan kebutuhan nutrisi, khususnya bagi anak-anak dan kelompok masyarakat yang menjadi sasaran.
Hasil survei Median tersebut juga dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program MBG di berbagai daerah. Ketepatan sasaran, standar penyediaan makanan, pengawasan, serta konsistensi pelaksanaan menjadi sejumlah aspek yang perlu terus diperkuat.
Dengan dukungan dan perhatian publik yang tinggi, keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis menjadi penting untuk memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara optimal. Peningkatan kualitas pelaksanaan MBG diharapkan turut mendukung upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia Indonesia. ***
Editor : I Putu Suyatra