Pemerintah Perkuat Investasi dan Stabilitas Keuangan untuk Jaga Ekonomi Indonesia

I Putu Suyatra • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 18:58 WIB
ILUSTRASI
ILUSTRASI 

BALIEXPRESS.ID – Pemerintah terus memperkuat kebijakan untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global. Peningkatan investasi dan penguatan stabilitas sektor keuangan menjadi strategi utama untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat fondasi perekonomian nasional dalam jangka panjang.

Tantangan global seperti ketegangan geopolitik dan fragmentasi perdagangan berpotensi memengaruhi pasar keuangan serta arus investasi ke Indonesia. Untuk mengantisipasi dampak tersebut, pemerintah memperkuat sinergi dengan Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari, menegaskan pemerintah membutuhkan dukungan otoritas moneter untuk menghadapi dinamika ekonomi global. Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia pada 2026 berada di kisaran 3 persen sehingga koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter perlu terus diperkuat.

“Upaya tersebut tentu tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendirian. Diperlukan sinergi yang erat dengan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter agar kebijakan fiskal dan moneter dapat saling memperkuat,” katanya.

Investasi Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi

Penguatan stabilitas ekonomi Indonesia berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan investasi sebagai salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan pertumbuhan investasi hingga 7 persen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai 6 persen pada 2027.

“Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi mencapai 6% di tahun 2027, dibutuhkan akselerasi pertumbuhan investasi hingga 7%. Agar setiap instrumen dapat bekerja secara optimal dan saling menguatkan, pemerintah akan memperkuat sinergi kebijakan fiskal, moneter, sektor keuangan, dan Danantara,” ujarnya.

Purbaya mengatakan akselerasi investasi di Indonesia harus dibarengi dengan stabilitas ekonomi makro. Kondisi ekonomi yang stabil dinilai penting untuk menciptakan kepastian usaha, meningkatkan kepercayaan pelaku ekonomi, serta mendorong investasi yang berkelanjutan.

Kepastian ekonomi juga menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tengah persaingan ekonomi global.

Pemerintah Perkuat Pembiayaan UMKM

Sinergi pemerintah dan BI juga diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama melalui perluasan akses terhadap pembiayaan.

Selain pembiayaan UMKM, pemerintah terus mendorong transformasi digital melalui peningkatan transaksi ekonomi dan keuangan berbasis digital. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi nasional.

Dengan memperkuat investasi, stabilitas keuangan, serta koordinasi kebijakan fiskal dan moneter, pemerintah optimistis perekonomian Indonesia memiliki fondasi yang lebih kuat dalam menghadapi ketidakpastian global.

Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi, meningkatkan kepercayaan investor, memperluas aktivitas usaha, dan mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6 persen pada 2027.

Editor : I Putu Suyatra
investasi