Herindra Resmi Pimpin PB ESI, Targetkan Prestasi dan Ekosistem Esports Indonesia

I Putu Suyatra • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 14:52 WIB
IST
IST 

BALIEXPRESS.ID – Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) masa bakti 2026–2030. Herindra menargetkan peningkatan prestasi esports Indonesia di tingkat internasional sekaligus memperkuat ekosistem esports nasional agar mampu menjadi salah satu kekuatan utama di Asia.

Herindra yang saat ini menjabat Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) menyebut kepemimpinan di PB ESI merupakan amanah strategis untuk mendorong prestasi sekaligus memperkuat peran generasi muda Indonesia dalam perkembangan ekonomi dan transformasi digital.

“Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar atau penonton. Talenta lokal harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan pemain kunci di pasar global,” kata Herindra di Jakarta, Selasa (15/9).

Menurut Herindra, pencapaian Indonesia di berbagai ajang seperti SEA Games, Asian Games, hingga World Esports Championship menunjukkan bahwa esports telah berkembang menjadi bidang profesional yang membutuhkan disiplin, dedikasi, kemampuan, dan intelektualitas.

Karena itu, PB ESI akan memperkuat pembinaan atlet esports melalui jalur prestasi yang terarah, standardisasi pembinaan, perlindungan pemain, serta pembangunan ekosistem industri esports yang sehat dan profesional.

“Prestasi internasional bukan hanya soal medali, tetapi juga bentuk diplomasi digital yang memperkuat citra Indonesia,” ujarnya.

Ketua Umum KONI Pusat, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Marciano Norman, turut optimistis kepemimpinan Herindra dapat memperkuat tata kelola dan mempercepat peningkatan prestasi esports nasional.

Menurut Marciano, berbagai capaian Indonesia sebagai juara dunia, Asia, dan ASEAN menjadi modal penting untuk menghadapi kompetisi internasional berikutnya, termasuk Asian Games Aichi-Nagoya.

Dukungan juga disampaikan Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat. Ia menilai esports kini telah berkembang jauh melampaui permainan dan hiburan. Esports telah menjadi olahraga prestasi, profesi, industri, sekaligus bagian dari masa depan generasi muda.

Taufik menyebut Indonesia memiliki lebih dari 154 juta pemain game. Sementara itu, nilai industri game pada 2025 diperkirakan mencapai Rp32,7 triliun. Potensi tersebut dinilai perlu diperkuat melalui pembinaan esports yang berkelanjutan, mulai dari tingkat akar rumput hingga kompetisi internasional.

“Indonesia tidak boleh hanya menjadi peserta, tetapi harus menjadi negara yang diperhitungkan di panggung esports dunia,” tegasnya.

Dengan dukungan pemerintah, KONI, PB ESI, industri, dan komunitas, kepengurusan

Editor : I Putu Suyatra
ESI