Prabowo di Harlah 100 Tahun Gontor: Pemimpin Indonesia Harus Pintar, Jangan Mau Dibodohi Aktor Asing

I Putu Suyatra • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 19:17 WIB

Presiden Prabowo menekankan pemimpin Indonesia harus pintar, berpengetahuan luas, berpikiran bebas, dan tidak mudah dibohongi. (YT Setpres)

Presiden Prabowo menekankan pemimpin Indonesia harus pintar, berpengetahuan luas, berpikiran bebas, dan tidak mudah dibohongi. (YT Setpres) 

BALIEXPRESS.ID — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa calon pemimpin dan generasi muda Indonesia wajib memiliki pengetahuan luas serta keberanian berpikir kritis. Langkah ini penting agar bangsa Indonesia tidak mudah disetir atau dimanfaatkan oleh pihak-pihak asing yang tidak bertanggung jawab.

Pesan menohok tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan sambutan dalam puncak Peringatan Kesyukuran 100 Tahun Pondok Pesantren Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur.

"Berpengetahuan luas. Benar, pemimpin Indonesia itu harus pintar. Jangan mau dibohongi orang, jangan mau dibodoh-bodohi!" tegas Prabowo di hadapan para santri dan alumni Gontor.

Sindiran Menohok untuk Akademisi yang Bela Kepentingan Asing

Dalam pidatonya, Prabowo menggarisbawahi bahwa wawasan tinggi saja tidak cukup jika tidak diimbangi dengan keberanian moral dan kepekaan sosial. Ia menyayangkan masih adanya kaum intelektual yang justru berdiri menyuarakan kepentingan luar ketimbang bangsa sendiri.

"Saya heran, kadang-kadang ada profesor, tapi tidak bisa melihat ketidakadilan. Profesor yang justru malah membela kepentingan orang-orang asing," kritik Presiden.

Oleh karena itu, Prabowo mengajak masyarakat untuk senantiasa memiliki pikiran yang merdeka dan tidak mudah terpengaruh oleh doktrin-doktrin yang merugikan negara.

"Berpikiran bebas. Jangan mau dicuci otak oleh mereka-mereka yang tidak punya niat baik terhadap kita. Jangan punya rasa rendah diri, jangan kalah sebelum berjuang!" imbaunya membakar semangat.

Relevansi Panca Jiwa Gontor untuk Masa Depan Bangsa

Prabowo juga menilai nilai-nilai Panca Jiwa Gontor—yakni keikhlasan, kesederhanaan, berdikari (berdiri di atas kaki sendiri), Ukhuwah Islamiyah, dan kebebasan—sangat relevan dengan cita-cita pembangunan nasional. Nilai berdikari, menurutnya, menjadi pondasi utama agar Indonesia mampu mandiri secara ekonomi dan geopolitik.

Momen bersejarah abad ke-1 Gontor ini juga ditandai dengan aksi nyata pembangunan fasilitas pendidikan. Presiden Prabowo secara resmi meresmikan dua fasilitas baru:

  1. Balai Pertemuan Pondok Modern Gontor

  2. Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor

Dihadiri Jajaran Menteri Kunci

Acara berskala nasional ini turut dihadiri oleh jajaran menteri Kabinet Merah Putih serta pejabat tinggi negara, antara lain:

 

Editor : I Putu Suyatra
Prabowo Subianto guntur