Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Warga Sipil di Muliama, Minta Keamanan Diperkuat

I Putu Suyatra • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 19:31 WIB
ILUSTRASI (IST)
ILUSTRASI (IST) 

BALIEXPRESS.ID – Tokoh adat Papua mengecam penembakan terhadap tiga warga sipil di Distrik Muliama yang diduga dilakukan kelompok bersenjata. Aksi tersebut dinilai tidak manusiawi dan bertentangan dengan nilai kemanusiaan serta upaya menjaga keamanan dan kedamaian di Tanah Papua.

Ondoafi Kampung Sabron Yaru, Nikodemus Yaboisembut, mengutuk aksi penembakan tersebut. Menurutnya, masyarakat sipil harus mendapatkan perlindungan dan rasa aman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Nikodemus mengatakan kehadiran pemerintah dan aparat di Papua pada dasarnya ditujukan untuk membantu masyarakat melalui berbagai program pembangunan dan pelayanan. Karena itu, tokoh adat dinilai memiliki peran penting dalam menjaga hubungan antara masyarakat dan pemerintah.

“Kami mengutuk aksi penembakan tersebut karena tidak manusiawi. Aparat pemerintah hadir di Papua untuk membantu masyarakat melalui program-program pemerintah yang dibawa. Karena itu, para tokoh adat harus menjadi payung bagi kehadiran aparat pemerintah di tengah masyarakat,” ujar Nikodemus.

Ia menambahkan, tokoh adat memiliki posisi strategis dalam membantu menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat. Peran tersebut dinilai penting untuk menciptakan situasi yang kondusif sekaligus mencegah terjadinya kekerasan terhadap warga sipil.

Tokoh Adat Minta Patroli Ditingkatkan

Senada, Ondoafi Kampung Kwadeware, Nikson Marweri, menyayangkan penembakan terhadap tiga warga sipil di Distrik Muliama. Ia mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan menciptakan situasi yang kondusif di Papua.

Nikson juga meminta kepolisian meningkatkan patroli di wilayah yang membutuhkan penguatan pengamanan. Menurutnya, peningkatan patroli diperlukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mengantisipasi aksi kekerasan terhadap warga sipil.

Sementara itu, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Deiyai, Bernard Pekei, mengimbau masyarakat adat di 67 desa atau kampung di wilayahnya untuk mendukung program pemerintah pusat serta menjaga keamanan dan ketertiban.

“Saya mengimbau seluruh masyarakat adat untuk mendukung program pemerintah pusat serta menjaga keamanan dan ketertiban di daerah kita masing-masing. Jangan kita samakan kondisi di daerah kita dengan isu-isu yang berasal dari luar kabupaten. Mari kita bersama-sama menciptakan Kabupaten Deiyai yang aman dan damai,” ujar Bernard.

Bernard juga meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh isu yang berasal dari luar daerah. Ia menegaskan, tindakan seperti pembunuhan, pemerkosaan, pemaksaan, maupun perbuatan lain yang bertentangan dengan hukum dan nilai adat tidak boleh terjadi di wilayah Deiyai.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat adat dalam menjaga keamanan menjadi bagian penting untuk menciptakan lingkungan yang aman, damai, serta tetap menghormati hukum dan nilai-nilai adat yang berlaku.

Editor : I Putu Suyatra
papua