Jokowi Masuk PSI dan Klaim Mulai Ditakuti, Gerindra: Tak Ganggu Pemerintahan Prabowo

Wiwin Meliana • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 12:51 WIB
Jokowi tunjukkan KTA PSI
Jokowi tunjukkan KTA PSI

 

BALIEXPRESS.ID – Langkah politik Joko Widodo (Jokowi) bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mulai menjadi perhatian menjelang Pemilu 2029. Jokowi bahkan menyebut PSI kini mulai diperhitungkan hingga membuat pihak tertentu merasa khawatir.

Pernyataan itu disampaikan Jokowi saat menghadiri Rakorda PSI Kota Bandung, Sabtu (26/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, Jokowi secara terbuka menunjukkan KTA PSI dan menegaskan dirinya telah menjadi anggota partai sejak 14 Oktober 2025.

“Meskipun PSI ini partai baru, tetapi sekarang ini sudah banyak yang ketakutan. Wong sama partai baru saja kok takut. Ini partai baru, tapi hati-hati, ini akan menjadi partai besar,” ujar Jokowi.

Jokowi juga mendorong kader PSI memperkuat struktur hingga tingkat bawah serta membangun jejaring dengan berbagai kelompok masyarakat. PSI sendiri menyatakan kehadiran Jokowi menjadi bagian dari konsolidasi menuju Pemilu 2029.

Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali bahkan menyebut Jokowi akan dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pembina PSI pada November 2026, bertepatan dengan Rapimnas dan HUT PSI di Surabaya.

Gerindra: Tak Ganggu Pemerintahan Prabowo

Di tengah munculnya spekulasi mengenai perubahan peta politik, Partai Gerindra menyatakan bergabungnya Jokowi ke PSI tidak otomatis mengganggu pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Juru Bicara Gerindra Bahra Bandung menyatakan PSI merupakan bagian dari mitra koalisi pemerintah. Karena itu, aktivitas politik PSI dan Jokowi dipandang sebagai dinamika demokrasi.

Gerindra juga menilai kompetisi antarkekuatan politik merupakan hal yang wajar selama tetap berada dalam koridor demokrasi dan tidak mengganggu agenda pemerintahan.

Masuknya Jokowi ke PSI memang menambah dimensi baru dalam dinamika politik nasional. Namun, dampaknya terhadap konfigurasi politik 2029 masih belum dapat dipastikan karena peta koalisi dan pencalonan untuk pemilu tersebut masih dapat berubah.

Sementara itu, PSI secara terbuka telah mengarahkan konsolidasinya menuju Pemilu 2029. Wakil Ketua Umum PSI Endang Tirtana menyebut bergabungnya Jokowi menjadi momentum penting bagi partai.

Dengan demikian, pernyataan Jokowi soal PSI yang mulai “ditakuti” merupakan penilaian politik Jokowi sendiri, sementara respons Gerindra menunjukkan bahwa langkah tersebut sejauh ini tidak diposisikan sebagai ancaman terhadap stabilitas pemerintahan Prabowo.

 

Editor : Wiwin Meliana
jokowi psi gerindra