BALIEXPRESS.ID – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menunjuk Irjen Dekananto Eko Purwono sebagai Kapolda Jawa Timur (Jatim).
Dekananto menggantikan Irjen Pol Nanang Avianto. Jabatan baru ini menjadi semacam kepulangan bagi perwira tinggi Polri kelahiran Bojonegoro tersebut.
Ia kini dipercaya memimpin kepolisian di daerah yang sebelumnya pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.
Baca Juga: Pelajar SMK di Prigen Pasuruan Ditemukan Tewas, Kerabat Jadi Tersangka
Nama Dekananto mulai dikenal publik saat dipercaya menjabat Kapolres Tabanan, Polda Bali pada 2012.
Dari Bali, perjalanan kariernya terus berkembang hingga kemudian lebih banyak berkecimpung di bidang intelijen dan keamanan.
Dekananto bukan sosok baru bagi Polda Jatim. Sebelum menduduki jabatan saat ini, perwira lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 itu pernah dipercaya sebagai Direktur Intelijen dan Keamanan (Intelkam) Polda Jatim.
Baca Juga: Komjen Herry Heryawan Jadi Kabaharkam Polri, Naik Pangkat Jadi Bintang Tiga
Pengalamannya di bidang intelijen membuat Dekananto terlibat dalam upaya menjaga situasi keamanan di Jawa Timur.
Salah satu yang menonjol adalah penanganan potensi konflik antarperguruan silat yang menjadi salah satu perhatian keamanan di wilayah tersebut.
Baca Juga: Profil Komjen Dadang Hartanto, Kapolda Metro Jaya Baru yang Bergelar Profesor
Pada 2023, saat menjabat Direktur Intelkam Polda Jatim, Dekananto berperan dalam pembongkaran 686 tugu perguruan silat.
Tugu-tugu tersebut kemudian diganti dengan Tugu Pancasila sebagai bagian dari upaya meredam potensi gesekan antarkelompok.
Setelah meninggalkan Polda Jatim, karier Dekananto tetap berada di jalur intelijen dan keamanan.
Pada 2024, ia dipercaya menjadi Direktur Intelkam Polda Metro Jaya sebelum kemudian mendapat promosi sebagai jenderal bintang satu.
Dekananto selanjutnya dipercaya mengemban tugas sebagai Direktur Politik di Baintelkam Polri. Kariernya berlanjut hingga menduduki posisi Wakapolda Metro Jaya pada 2025.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi polri.
Kebijakan tersebut dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Hal ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” kata Isir, Sabtu (3/10/2026). (*)
Editor : I Made Mertawan
Sumber : jawapos.com