Hafidz Hernanda BEM UI Diserang OTK di Tebet, Diancam Dibunuh hingga Barang Dirampas

I Putu Suyatra • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 11:11 WIB

 

Kondisi Koordinator Bidang Sosial Politik (Korbid Sospol) BEM UI, Hafidz Hernanda (Bapis) usai diserang orang tidak dikenal (OTK) di Tebet, Jakarta Selatan. (Instagram @fathimahzzhr)
Kondisi Koordinator Bidang Sosial Politik (Korbid Sospol) BEM UI, Hafidz Hernanda (Bapis) usai diserang orang tidak dikenal (OTK) di Tebet, Jakarta Selatan. (Instagram @fathimahzzhr) 

BALIEXPRESS.ID — Koordinator Bidang Sosial Politik (Korbid Sospol) Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Hafidz Hernanda alias Bapis, menjadi korban penyerangan orang tidak dikenal (OTK) di Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (4/10) malam.

Hafidz diserang saat sedang berkendara. Ia ditendang dari sepeda motor hingga terjatuh, kemudian dipukuli dan sempat mendapat ancaman akan dibunuh. Setelah itu, pelaku merampas ponsel dan tas miliknya.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Tebet Barat Dalam IX, Jakarta Selatan, sekitar pukul 23.50 WIB. Akibat penyerangan itu, Hafidz mengalami sejumlah luka dan memar.

Informasi mengenai penyerangan terhadap pengurus BEM UI tersebut disampaikan Wakil Ketua BEM UI, Fathimah Azzahra, melalui akun Instagram pribadinya @fathimahzzhr.

Dalam unggahannya, Fathimah memastikan Hafidz selamat meski mengalami luka-luka akibat aksi kekerasan tersebut. Tas yang dirampas pelaku juga diketahui berisi kartu tanda mahasiswa (KTM) milik Fathimah.

"Malam ini koordinator bidang sospol BEM UI, Hafidz Haernanda, dipukuli handphone dan tas nya diambil, yang mana kebetulan di dalamnya ada Kartu Tanda Mahasiswa milik saya," ujar Fathimah dalam unggahannya yang dikutip Senin (5/10).

Kronologi Hafidz Hernanda Diserang

Penyerangan terhadap Hafidz terjadi sekitar lima meter dari kedai Sushimate Tebet. Saat itu, pelaku diduga mendekati korban dan menendangnya hingga terjatuh dari sepeda motor.

Setelah korban terjatuh, pelaku kemudian memukuli Hafidz. Dalam kejadian tersebut, pelaku juga disebut mengancam akan membunuh korban sebelum merampas ponsel dan tas miliknya.

Namun, pelaku justru meninggalkan sebuah tas di lokasi kejadian saat melarikan diri. Tas tersebut berisi sejumlah barang yang dinilai mencurigakan.

Barang-barang yang tertinggal di lokasi antara lain sarung tangan latex, lakban, sandal, kain sarung atau slayer, kacamata berlensa oranye, serta peci.

Ponsel Hafidz Dirampas, Fitur Pelacak Dimatikan

Selain membawa ponsel Hafidz, pelaku disebut mematikan akses pelacakan lokasi melalui fitur Find My sekitar 15 menit setelah kejadian.

Pelaku kemudian melarikan diri bersama dua orang lainnya yang disebut sudah berada di sekitar lokasi. Dua orang yang sebelumnya terlihat hanya duduk-duduk juga mendadak ikut meninggalkan tempat kejadian.

"Pada saat pelaku kabur, ada 2 orang yang tadinya hanya duduk-duduk tiba-tiba ikut kabur juga," kata Fathimah.

Fathimah menyayangkan kekerasan yang menimpa Hafidz, terlebih korban merupakan mahasiswa yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan BEM UI.

Ia juga mempertanyakan alasan mahasiswa masih menjadi sasaran kekerasan.

"Saya masih merenungkan, kira-kira kenapa mahasiswa harus jadi target atas hal-hal seperti ini. Entah apakah kartu tanda mahasiswa dalam tas itu memicu perasaan yang sama rasa getir dalam dada para pelaku atau memang mereka sudah terbiasa dengan rasa itu. Stay safe everyone," ujarnya.

Editor : I Putu Suyatra
Sumber : Jawa Pos
Hafidz Hernanda