BALIEXPRESS.ID – Letjen TNI Iwan Setiawan mendapat penugasan baru di lingkungan TNI Angkatan Darat. Perwira tinggi bintang tiga tersebut dipercaya menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), menggantikan Letjen TNI Mohammad Fadjar.
Penunjukan tersebut menambah panjang rekam jejak Iwan Setiawan di tubuh TNI AD. Jenderal kelahiran pasukan khusus itu telah mengemban berbagai jabatan strategis, baik di lingkungan Kopassus maupun satuan teritorial dan komando utama TNI AD.
Salah satu pengalaman paling menonjol dalam perjalanan karier Iwan adalah ketika dirinya terlibat dalam ekspedisi ke Gunung Everest pada 1997.
Pernah Taklukkan Puncak Everest
Iwan Setiawan merupakan salah satu perwira Kopassus yang mengalami era kepemimpinan Prabowo Subianto ketika menjabat di pasukan elite tersebut pada 1997.
Saat itu, Prabowo mempercayakan Iwan bersama sejumlah prajurit Kopassus untuk menjalankan misi Ekspedisi Everest. Mereka ditugaskan menaklukkan gunung tertinggi di dunia tersebut.
Iwan yang ketika itu masih berpangkat letnan satu (lettu) berhasil mencapai puncak Everest. Ia menuntaskan misi tersebut bersama dua prajurit Kopassus lainnya, yakni Sersan Misirin dan Pratu Asmujiono.
Ketiganya berhasil mencapai puncak Everest dan mencatatkan prestasi sebagai orang Asia Tenggara pertama yang berhasil menaklukkan gunung tersebut.
Pengalaman itu menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan karier militer Iwan sebelum kemudian menduduki berbagai jabatan strategis di TNI AD.
Karier Iwan Setiawan di Kopassus
Iwan Setiawan merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1992. Setelah menyelesaikan pendidikan, ia bergabung dengan Kopassus dan menjalani berbagai penugasan di pasukan elite TNI AD tersebut.
Ia pernah menjabat sebagai Komandan Unit Grup 2 Kopassus dan perwira pertama (pama) Grup 1 Kopassus.
Kariernya terus berkembang dengan sejumlah jabatan, antara lain komandan tim di Grup 1 Kopassus, Komandan Kompi 1 Batalyon 13 Grup 1 Kopassus, hingga Palat Sima Denma Grup 1 Kopassus.
Iwan kemudian dipercaya menduduki sejumlah posisi sebagai kepala seksi hingga wakil komandan batalyon (wadanyon) di lingkungan Kopassus.
Pada 2007, ia dipercaya menjadi Komandan Sesko Pusdikpassus sekaligus Danyon 22 Grup 2 Kopassus.
Dari Danjen Kopassus hingga Pangdam
Pengalaman panjang di pasukan khusus kemudian mengantarkan Iwan Setiawan ke sejumlah posisi strategis di lingkungan TNI AD.
Ia pernah menjabat Komandan Brigif 22/Ota Manasa, Asops Kasdam IV/Diponegoro, Danrindam Jaya, hingga Komandan Korem 052/Wijayakrama.
Kariernya semakin menanjak ketika dipercaya menjadi Komandan Korem 173/Praja Vira Braja pada 2020-2021.
Setelah itu, Iwan dipercaya memimpin Korps Baret Merah sebagai Danjen Kopassus pada 2022-2023.
Ia kemudian mendapat penugasan sebagai Pangdam XII/Tanjungpura pada 2023-2024 sebelum dipercaya menjadi Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif).
Kini, Letjen TNI Iwan Setiawan kembali mendapat amanah strategis sebagai Pangkostrad.
Dengan pengalaman panjang di Kopassus, pernah memimpin satuan kewilayahan, hingga menduduki jabatan strategis di TNI AD, Iwan membawa rekam jejak yang cukup panjang ke posisi barunya sebagai Panglima Kostrad.
Editor : I Putu SuyatraSumber : Jawa Pos