Karhutla di Sumatera dan Kalimantan, 454 Hektare Berhasil Dipadamkan

I Putu Suyatra • Dipublikasikan Senin, 26 Oktober 2026 | 06:18 WIB
ilustrasi
ilustrasi 

BALIEXPRESS.ID – Pemerintah terus mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan. Hingga 19 Oktober 2026, tim gabungan berhasil memadamkan kebakaran seluas 454,25 hektare dari total target penanganan 1.024,33 hektare di enam provinsi prioritas. Pemadaman, pembasahan, dan pendinginan masih berlanjut untuk mencegah api kembali menyala.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan masih terdapat 570,08 hektare lahan yang membutuhkan penanganan lanjutan, terutama melalui pemadaman dan pendinginan.

Penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan BNPB, kementerian dan lembaga terkait, TNI, Polri, serta pemerintah daerah. Seluruh unsur tersebut mengerahkan personel dan sumber daya untuk mempercepat penuntasan kebakaran di wilayah terdampak.

“BNPB bersama kementerian dan lembaga terkait, TNI, Polri, serta pemerintah daerah terus mengintensifkan pengerahan personel dan sumber daya guna menuntaskan sisa titik api di wilayah-wilayah tersebut,” ujar Berton.

Sumatera Selatan Catat Pemadaman Terluas

Berdasarkan perkembangan penanganan hingga 19 Oktober 2026, Sumatera Selatan mencatat luas lahan yang berhasil dipadamkan mencapai 293,17 hektare. Sementara itu, di Kalimantan Tengah, kebakaran seluas 63,10 hektare telah berhasil dipadamkan.

Penanganan karhutla juga terus berlangsung di sejumlah wilayah lain, termasuk Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Jambi. Langkah yang dilakukan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan kebutuhan penanganan di masing-masing daerah.

Pemerintah menargetkan penanganan sisa kebakaran dapat terus dipercepat agar api tidak meluas dan dampak asap terhadap masyarakat dapat ditekan.

Presiden Prabowo Kerahkan Puluhan Ribu Personel

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah meminta agar penanganan karhutla diperkuat dengan mengerahkan seluruh sumber daya secara optimal.

Operasi pemadaman melalui jalur darat didukung lebih dari 60 ribu personel gabungan. Selain itu, pemerintah mengoptimalkan operasi udara melalui teknologi water bombing atau pengeboman air serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu mempercepat penanganan kebakaran.

“Presiden meminta agar upaya penanganan karhutla terus diperkuat dan seluruh sumber daya dikerahkan secara optimal untuk mempercepat pemadaman serta mencegah meluasnya kebakaran,” tegas Teddy.

Musim Hujan Tak Hentikan Pemantauan Titik Api

Pemerintah turut mengantisipasi perkembangan musim hujan yang diperkirakan berlangsung secara bertahap di sejumlah provinsi. Meski hujan berpotensi membantu mengurangi risiko kebakaran, pemantauan dan pendinginan lahan tetap diperlukan.

Perhatian khusus diberikan pada lahan gambut yang berpotensi menyimpan bara di bawah permukaan tanah. Kondisi tersebut dapat memicu munculnya kembali titik api meskipun kobaran api di permukaan telah berhasil dipadamkan.

Melalui koordinasi lintas instansi, pemerintah berupaya menuntaskan titik api, mengurangi dampak asap terhadap kesehatan masyarakat, serta melindungi lingkungan dan aktivitas warga.

Masyarakat juga diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga yang menemukan titik api di sekitar kawasan hutan maupun lahan diminta segera melaporkannya kepada petugas agar dapat ditangani sebelum kebakaran meluas.

Editor : I Putu Suyatra
karhutla