BALIEXPRESS.ID - Kebakaran Hotel Allnite & Day di Kawasan Alam Sutra, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, pada Sabtu sore (8/6/2024) menyisakan duka bagi keluarga korban. Tiga orang tewas terjebak di dalam lift saat terjadi kebakaran.
Peristiwa itu juga menjadi pelajaran bagi siapa pun saat terjadi kebakaran gedung yang terdapat lift. Tak terkecual di Bali yang banyak terdapat hotel atau bangunan gedung bertingkat yang menggunakan lift.
Memang, kebanyakan orang pernah mendengar peringatan, "Jangan pernah menggunakan lift saat kebakaran." Anda mungkin pernah melihat petunjuk keselamatan kebakaran ini tertempel di dinding gedung umum.
Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa tidak boleh menggunakan lift saat keadaan darurat kebakaran, dan seberapa bahayanya?
Dilansir dari laman chesapeakesprinkler, berikut alasan mengapa Anda tidak boleh menggunakan lift dan tips keselamatan lainnya saat terjadi kebakaran:
1. Listrik yang Bermasalah
Saat kebakaran terjadi, korsleting listrik bisa saja terjadi. Listrik ini memberi daya pada banyak hal, termasuk lift. Jika listrik padam, lift memiliki daya cadangan yang memungkinkan lift berhenti di lantai saat itu. Namun, jika Anda sedang berusaha melarikan diri dari kebakaran, Anda tentu tidak ingin berada di lantai yang sama.
Terlebih lagi, ada kemungkinan terjebak di dalam lift karena pintu lift tidak terbuka atau berhenti di sembarang tempat sehingga orang tidak bisa keluar.
2. Asap yang Mematikan
Dalam insiden kebakaran, Anda harus memikirkan tidak hanya api tetapi juga asap.
Gerakan lift akan bertindak seperti embusan (massa asap besar yang naik dan turun) di dalam gedung, membuat sirkulasi udara dan mempermudah kebakaran menyebar.
Baca Juga: API BERKOBAR! Rumah Warga di Karangasem Terbakar, Emas hingga Sertifikat Hangus
Setelah api menyebar, asap dapat memenuhi ruang lift dalam beberapa saat. MedStar Health melaporkan melalui National Fire Protection Agency bahwa menghirup asap dapat membunuh orang dua kali lebih banyak daripada luka bakar.
Oleh karena itu, berada di dalam lift di mana Anda tidak dapat melarikan diri sangat berbahaya.
3. Beban Berlebih
Bayangkan semua orang di gedung panik dan berdesak-desakan masuk ke dalam lift. Kapasitas lift pasti akan terlampaui, dan lift bisa saja mogok, menjebakmu bersama orang lain di dalamnya.
Ini sama bahayanya. Oleh karena itu, Anda bisa terjebak di dalam bersama banyak orang lain.
4. Evakuasi Lebih Lambat
Naik tangga memang melelahkan, tapi jauh lebih cepat daripada menunggu lift. Terutama saat panik, waktu terasa begitu berharga. Gunakan tangga untuk evakuasi diri dan orang lain secepat mungkin.
5. Menghambat Pemadam Kebakaran
Terakhir, dalam skenario terbaik, ketika Anda memiliki sistem pen sprinkler dan alat pemadam kebakaran berkualitas tinggi, api tidak akan menyebar. Namun, jika petugas pemadam kebakaran harus datang ke tempat kejadian, prioritas mereka adalah memadamkan api.
Namun, jika mereka menemukan orang terjebak di dalam lift, itu akan menjadi prioritas mereka, menunda mereka untuk memadamkan api.
Tips Aman dalam Darurat Kebakaran
Sekarang Anda tahu mengapa tidak boleh menggunakan lift saat keadaan darurat kebakaran. Apa yang harus lakukan? Tips keselamatan kebakaran berikut menawarkan saran tentang evakuasi dan cara tetap aman saat keadaan darurat kebakaran.
1. Bunyikan Alarm: Bunyikan alarm kebakaran jika ada di dekat Anda. Jika tidak ada, berteriaklah untuk memberi tahu orang lain bahwa ada kebakaran.
2. Padamkan Api Jika Anda Bisa: Jika apinya kecil, Anda biasanya bisa memadamkannya dalam beberapa saat dengan mengingat Akronim P.A.S.S. (Pull (Tarik), Aim (Arahkan), Squeeze (Semprot), Sweep (Sapu).
Jika Anda tidak yakin apakah Anda bisa menangani pemadaman api, jangan mencoba melakukannya. Jangan mencoba-coba jadi pahlawan kesiangan. Segara bunyikan alarm dan tinggalkan gedung secepat mungkin.
3. Ikuti Rencana Evakuasi Kebakaran: Jika Anda berada di gedung umum, harus ada rencana evakuasi kebakaran. Pastikan Anda mengikuti dan melaksanakannya untuk keluar gedung secepat mungkin. ***
Editor : Y. Raharyo