BALI EXPRESS, UBUD - Kawasan Ubud selama ini memang identik dengan wisata seni dan budayanya. Namun jangan salah, kini ada satu tempat yang pas untuk dikunjungi, jika ingin merasakan lezatnya kuliner khas Bali, yakni Warung Gula Bali The Joglo, yang hari ini, Sabtu (19/5) resmi hadir di Ubud.
Berlokasi di ruas Jalan Cempaka, Banjar Kumbuh, Desa Mas, Ubud, Gula Bali The Joglo jelas tak sulit untuk dicari. Selain berada tak jauh dari sederet objek wisata di Ubud, satu keunggulan dari tempat ini yakni suasana alam pedesaan dan pertaniannya yang masih begitu alami.
AA Ngurah Darmaja dan AA Inten Trisna M, pasutri pemilik Gula Bali The Joglo ketika ditemui Bali Express (Jawa Pos Group), beberapa waktu lalu, mengungkapkan, untuk urusan kuliner khas Bali, Gula Bali The Joglo sebenarnya tidaklah asing. Karena selain cabang terbarunya yang ada di Ubud ini, Gula Bali The Joglo sebenarnya sudah memiliki dua tempat yang telah lebih dulu memberikan rasa bagi para pecinta kuliner Bali.
“Tempat ini sebenarnya yang ketiga. Karena sebelum ini, yang pertama dari Gula Bali The Joglo itu ada di Jalan Merdeka, Renon. Untuk yang pertama itu, awalnya masih berupa warung kecil-kecilan dan ngemper. Itu dibuka sekitar 2010 lalu. Karena setiap hari semakin ramai, sekitar 2012 kami perluas ke arah belakang hingga seperti saat ini,” ucapnya.
Dengan menu khasnya yang 'menggelitik' lidah, 'fans' dari Gula Bali The Joglo saban tahun terus bertambah. Inilah yang pada perkembangannya cabang keduanya dibuka pasutri asal Banjar Tampakgangsul, Denpasar itu di seputaran Jalan Merdeka Raya, Sunset Road - Kuta pada 2016 lalu. Pilihannya untuk membuka cabang di wilayah Badung Selatan itu, jelas bukan tanpa sebab. Lantaran selama ini pelanggannya cukup banyak berasal dari beberapa kawasan di sekitaran Sunset Road, Kuta.
“Untuk di Ubud ini pun sama. Selain menyasar masyarakat umum, kami juga menyasar wisatawan yang suka kuliner. Sebab, Ubud dan Kuta itu merupakan destinasi wisata utama di Bali,” paparnya.
Lalu, bagaimana dengan harga? Gung Inten memastikan soal harga dijamin terjangkau, meski Gula Bali The Joglo berada di antara gemerlap pariwisata Ubud. “Kalau soal harga, kami sejak awal selalu menerapkan harga standar bagi masyarakat. Dari yang Rp 10.000 sampai Rp 20.000. Itu sangat-sangat standar, sesuai konsep awal kami. Sebab, bagi kami lebih baik menu kami bisa dirasakan oleh banyak warga dan wisatawan,” terangnya.
Sedangkan soal menu makanan yang disiapkan, Gung Inten menuturkan, sebagai menu andalan Gula Bali The Joglo sejak awal tetaplah Singkong Salju , hingga Rujak Serut. Tapi, seiring perkembangan, kini ragam makanan yang disiapkan terus bertambah, seperti aneka Bubur khas Bali, Siomay, Tipat Cantok, Serombotan, Plecing, dan lainnya. “Tapi untuk Gula Bali The Joglo di Ubud ini, kami coba tambah beberapa varian menu makanan. Misalnya menu vegetarian. Yang pasti, untuk awal di Ubud ini, kami akan coba jajaki beberapa menu, sambil melihat respons pengunjung,” ungkap perempuan murah senyum ini.
Sementara itu, pantauan di Gula Bali The Joglo Ubud sejak beberapa hari terakhir, terus mempersiapkan diri. Lantaran Grand Opening tempat ini akan dilaksanakan Sabtu (19/5) hari ini. Bahkan, secara khusus, duet pasutri yang owner Gula Bali The Joglo ini memastikan telah menyiapkan menu khusus secara gratis bagi para undangan di hari pembukaannya.
“Ya ini sekaligus tes food. Sekalian pengenalan bagi beberapa pelanggan kami,” pungkasnya.