Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pupuk Subsidi Diselewengkan

I Komang Gede Doktrinaya • Kamis, 17 Februari 2022 | 12:07 WIB
KAPOLRES : Kapolres Indramayu AKBP M Lukman Syarif saat memberi keterangan kepada media di Indramayu, Jawa Barat, Rabu (16/2/2022). Antara/Khaerul Izan.
KAPOLRES : Kapolres Indramayu AKBP M Lukman Syarif saat memberi keterangan kepada media di Indramayu, Jawa Barat, Rabu (16/2/2022). Antara/Khaerul Izan.
INDRAMAYU, BALI EXPRESS - Polres Indramayu, Jawa Barat, mengungkap kasus penyelewengan pupuk subsidi dengan menangkap 10 orang tersangka dan menyita barang bukti sebanyak 10 ton.

"Tersangka yang kita tangkap ada 10 orang," kata Kapolres Indramayu AKBP M Lukman Syarif di Indramayu, Rabu (16/2).

Lukman mengatakan 10 orang tersangka yang ditangkap berinisial KNT, YN, RK, MA, AM, JY, AT, AR, RS, dan CS. Mereka yang ditangkap aparat kepolisian tersebut mempunyai peranan masing-masing.

Lukman mengatakan, kasus itu diawali dari KNT warga Kecamatan Kedokanbunder, Kabupaten Indramayu, yang melakukan pemesanan pupuk subsidi sebanyak 10 ton atau 200 sak dari tersangka YN, warga Kabupaten Subang.

YN, kemudian memesan pupuk subsidi ke kios pupuk Lancar Abadi yang dimiliki Ma warga Kabupaten Karawang. "Pupuk subsidi tersebut seharusnya berada di Kabupaten Karawang, tapi dijual di Indramayu dengan selisih harga mencapai Rp 100-150 ribu per sak," tuturnya.

Sementara enam orang lainnya yang ditangkap merupakan sopir truk dan juga kuli angkut.

Dari pengungkapan kasus tersebut lanjut Lukman, pihaknya menyita beberapa barang yang dijadikan sebagai alat bukti yakni 10 ton pupuk subsidi, telepon genggam, truk, dua nota penjualan dan lainnya.

"Akibat perbuatannya tersangka kita jerat dengan peradilan tindak pidana ekonomi dengan ancaman hukuman penjara paling lama dua tahun," katanya. ant Editor : I Komang Gede Doktrinaya
#Diselewengkan #pupuk subsidi #Polres Indramayu