LOMBOK UTARA, BALI EXPRESS - Pasca ucapannya soal tak ada wanita cantik di Desa Kayangan, Lombok Utara, NTB heboh, mahasiswi peserta KKN Universitas Mataram (Unram) bernama Ni Wayan Apriliani Putri akhirnya diusir oleh warga. Bahkan video saat perempuan ini meninggalkan daerah tersebut juga viral.
Meski telah meminta maaf, Apriliani Putri sudah terlanjur menyinggung dan menyakiti hati warga setempat. Sehingga, warga yang masih tidak terima sempat menggeruduk posko mahasiswa KKN di Kantor Desa Kayangan, pada Minggu (23/7) malam.
Di sana perempuan itu menyampaikan permintaan maaf secara langsung. Lalu ia meninggalkan lokasi dengan naik mobil, disertai teriakan dari banyak warga. "Dadah, selamat-selamat sampai rumah guys, jadi pelajaran ya," ujar orang yang dalam video yang beredar.
Sementara itu dikutip Radar Lombok, Pemerintah Desa Kayangan bersama Pemerintah Kecamatan Kayangan, Kesbangpol KLU dan Universitas Mataram (Unram) sudah melakukan mediasi terkait gejolak warga atas postingan Apriliani. Kepala Desa Kayangan Edi Kartono mengatakan memang keputusannya mahasiswi itu diminta meninggalkan desa.
“Tadi kami melakukan pertemuan di kantor camat. Keputusannya kami minta mahasiswi tersebut ditarik dari lokasi KKN. Sementara teman-temannya tetap bisa melanjutkan KKN,” ujar , Senin (24/7). Hal ini disepakati pihak Unram untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Nantinya, Unram akan memberikan tugas lain untuk mahasiswi tersebut. Adapun Kronologis viralnya video itu kata Edi, bermula ketika sembilan peserta KKN berbagi tugas memasang papan nama dusun di 14 dusun yang ada di desa setempat pada Minggu pagi.
Di sela kegiatan itu, Ketua UMKM setempat mengundang para mahasiswa ini untuk menghadiri acara bazar di rumahnya. Kegiatannya dilaksanakan pada sore hari tetapi mereka diminta datang pukul 14.00 WITA untuk persiapan acara.
Sebelum mereka berangkat ke lokasi itulah Apriliani Putri membuat video di story di instagram pribadinya tanpa sepengetahuan teman-teman KKN yang lain. Berikut postingannya. “Kita bikin mi. Belum ada jadi mi kita. Di telepon sama pak … Hee adek adek jam 2 ke rumah saya ya. Padahal acaranya setengah 4. Biar kenapa? Susah ya jadi kembang desa di sini. Anak Kayangan ndak ada cantik-cantik. Jadi kita kembang desa jadinya,” ucapnya.
Sontak story itu ramai di media sosial dan mengundang kemarahan masyarakat terutama warga Kayangan. Edi kemudian langsung menghubungi ketua tim KKN untuk meminta perempuan itu segera menghapus postingannya dan membuat klarifikasi.
“Selamat sore. Saya NWAP (inisial, red) dari KKN Desa Kayangan 2023. Saya ingin meminta maaf atas kejadian yang tidak seharusnya saya lakukan yang ada di video tersebut. Oleh karena itu saya pribadi ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak yang merasa tersinggung yaitu warga Desa Kayangan. Saya benar-benar minta maaf atas kejadian yang saya lakukan tersebut. Terima kasih. Selamat sore,” tandas Putri sebagai permintaan maaf.
Setelah itu, warga mendatangi posko KKN untuk meminta klarifikasi secara langsung. Bukan hanya dari Desa Kayangan, warga desa lain juga ikut menggeruduk. Begitu Apriliani memberikan klarifikasi, warga pun langsung bubar. Sedangkan perempuan itu dijemput dan dibawa pulang keluarganya ke Mataram.
Camat Kayangan Siti Rukaiyah menambahkan, persoalan mahasiswi KKN di Desa Kayangan sudah diselesaikan secara baik. “Pihak Unram sudah minta maaf atas kejadian itu kemudian kita klarifikasi juga mahasiswinya tidak diusir seperti informasi yang beredar. Pihak keluarga diminta Kades, untuk membawa anaknya pulang,” tuturnya.
Apriliani diberikan waktu istirahat untuk sementara oleh pihak kampus karena masih shock. Jika keadaannya sudah membaik pihaknya menyerahkan ke pihak kampus terkait langkah yang akan diambil. “Kalaupun mau dikembalikan lagi ke tempat KKN, kami terima selaku pemerintah,” imbuhnya.
Sementara itu, Kapolsek Kayangan Iptu Hadi Suprayitno menerangkan, saat pihaknya menerima informasi ads warga beramai-ramai mendatangi posko KKN di Desa Kayangan, pihaknya langsung menurunkan anggota untuk menjaga di lokasi. Sehingga kini kondisi di lapangan sudah kondusif. “Kanit Binmas bersama anggota serta Bhabinkamtibmas sudah ke posko untuk melakukan klarifikasi ke mahasiswi tersebut. Anggota kami juga mengimbau warga kembali ke rumah masing-masing dan situasi sudah aman kondusif,” tutupnya.
Editor : I Putu Suyatra