BALI EXPRESS- Polres Mojokerto,Jawa Timur menetapkan Anton Dwi Aryatama, 23, sopir truk tangki air yang melibas kerumunan penonton karnaval di Jalan Pacet-Gondang, Desa Sajen, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.
Penetapan tersangka Anton Dwi Aryatama tersebut dilanjutkan dengan perintah penahanan di Mapolres.
Anton Dwi Aryanta disangka melakukan tindak pidana lalu lintas, kelalaian mengakibatkan 2 korban tewas dan 13 orang luka-luka.
Wakapolres Mojokerto Kompol Afner Pangaribuan dalam keterangannya pada wartawan menyatakan tersangka Anton dijerat Pasal 310 ayat 4 dan 2 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
"Setelah kami lakukan gelar perkara dan melihat bukti-bukti yang ada status hukumnya sudah kami naikkan tersangka" jelasnya dikutip dari Jawapos, Minggu (27/8).
Dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka Anton disebut layak mengemudikan kendaraan roda enam. Pria beralamat KTP Tambak Mayor Baru, Asemrowo, Surabaya, itu mengantongi SIM B1 Umum.
Baca Juga: Truk Roboh Timpa Enam Motor di Selat Bali, Gara-gara Tali Lesing Putus Saat Diguncang Gelombang
Dari pemeriksaan kelengkapan berkendara seprti KIR truk tangki bernopol S 9085 UP dengan kapasitas 6 ribu liter air itu juga masih berlaku.
"Kalau KIR-nya masih hidup artinya kendaraan ini masih layak jalan," imbuh Afner.
Masalahnya sambung Afner, truk tipe Mistubishi Canter keluaran 2017 itu mengalami gagal fungsi rem ketika melewati jalan menurun di kawasan Karnila Futsal tersebut.
Akibatnya, truk yang hendak mengangkut air dari Claket, Pacet ke Lamongan itu menabrak dua pemotor dan kendaraan yang berhenti di tengah jalan.
"Sopir sempat mengalihkan gigi roda 2 ke gigi 1 dan seketika menginjak rem itu memang tidak berfungsi remnya," tuturnya.
Anton sendiri mengaku masuk jalan turun memindahkan gigi dari 2 ke 1 sebelum berbelok memasuki jalur turunan tajam tersebut.
Malah di jalur itu, Anton mengaku berhenti kurang lebih 10 menit sambil menunggu kerumunan pengunjung dan pemotor yang merambat.
"Pelan pelan saya jalan lagi, karena banyak sepeda motor saya usahakan berhenti lagi. Pas itulah rem saya injak gak bisa, rem tidak ngatasi lagi," tuturnya. (*)