Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Guru Gundul 14 Siswi SMP di Lamongan karena Tak Pakai Ciput, Warganet Berang: Kelewat Batas

I Made Mertawan • Rabu, 30 Agustus 2023 | 23:15 WIB
Ilustrasi digunduli
Ilustrasi digunduli

BALI EXPRESS- Aksi seorang guru di SMPN 1 Sukodadi, Lamongan, Jawa Timur menjadi perbincangan warganet. Pemicunya, seorang guru berinisial EN menggunduli belasan siswi gara-gara dalaman jilbab (ciput).

Kejadiannya pada 23 Agustus 2023. EN tega melakukan itu sebagai hukuman anak didiknya karena tak menggunakan ciput. 

Kepala SMPN 1 Sukodadi, Harto mengatakan sebenarnya tidak ada yang mewajibkan siswi di sekolah itu memakai ciput. Tak heran, aksi EN pun menjadi polemik.

Sejumlah wali murid yang anaknya mendapat perlakuan seperti tidak terima hingga digelar mediasi pada Kamis 24 Agustus 2023.

Mediasi dihadiri Harto, guru berinisial EN dan 10 wali murid yang anaknya jadi korban pembotakan. EN mengakui perbuatannya sudah salah.

Dinas Pendidikan Lamongan kemudian mengambilan tindakan. EN dilarang mengajar di SMPN 1 Sukodadi hingga waktu yang belum ditentukan.

Polemik itu telanjur viral, warganet pun ikut berang berkomentar mengkritik sikap arogan guru itu.

“Cowok digunduli oke lah kerasss. Lha iki cewek mahkotanya dirampas karena hal remeh yg sifatnya tidak wajib. Kok ngawur sih?!!” tulis Rangga.

“Dan yg paling tidak masuk akal, hal seperti ini terjadi di SEKOLAH NEGERI,” komentar warganet Tommy.

“Gak semua orang bisa pake ciput loh. Contohnya aku. Kalo pake ciput jd gampang bgt pusing. Kalo pusingnya parah, bisa sampe muntah². Dan itu cuma gegara ciput doang,” tulis Fio

Baca Juga: Kisah Kakak-Adik di Bali; Terlilit Hutang, Adik Bawa Kabur Mobil Kakak, Ujungnya Masuk Bui

“Coba kalo siswinya yang digunduli ternyata anaknya kopassus ?!? Apa yang terjadi dengan guru itu?,” komentar Aspar.

“Kalau ini sih fix salah ya gurunya, karena rambut itu mahkota dan bisa jadi traumatic jika sembarangan memotongnya, apalagi ini pakai cukuran elektric. Seharusnya gurunya lebih bijak mungkin memotong sedikit saja pakai gunting atau hukuman lain,” tulis Cappu.

“Kalau saya jadi bpknya, gurunya tak ajak berkelahi...” tulis wargnet lainnya.

"Gw jadi bapaknya gak trima sih, lu boleh kasih sanksi denda atau hancurin hape siswi, tapi gundulin siswi??! Lu kelewat batas," komentar warganet. 

 

Editor : I Made Mertawan
#lamongan #warganet #ciput