"Mereka mengungsi karena khawatir akan dampak kontak tembak antara aparat keamanan dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Sebelumnya, warga-warga ini tinggal di pinggiran Kota Dekai," kata Kapolres Heru Hidayanto Sabtu (16/9) dikutip dari Jawapos.
AKBP Heru Hidayanto menjelaskan bahwa dari 39 KK yang mengungsi, mereka tersebar di empat lokasi berbeda.
Sebanyak 15 KK mengungsi di SMK Negeri 1, 5 KK berada di kompleks Pasema Km2, 5 KK lainnya berada di kompleks Silimo di Jalan Kali Merah, dan 14 KK mengungsi di kompleks Perumahan Sosial Km4.
Dari 39 KK tersebut, sebagian diantaranya telah meninggalkan tempat pengungsian dan tinggal sementara di rumah sanak keluarganya.
Namun, ada juga yang tetap bertahan di lokasi pengungsian, terutama di kompleks Perumahan Sosial Km4, di mana beberapa dari mereka bahkan telah membangun rumah.
AKBP Heru Hidayanto menyebut bahwa Polres Yahukimo telah memberikan bantuan kepada warga yang mengungsi, dan kondisi mereka saat ini dalam keadaan sehat.
Mengenai laporan adanya kematian seorang balita di lokasi pengungsian, AKBP Heru Hidayanto menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi.
Baca Juga: Dua Karyawan PT Bakrie Pipe Industries Tewas, Satu Masih Dalam Pencarian Tim SAR
Yang diketahui adalah bahwa seorang anak balita sakit dan dibawa dari Logpon, namun setelah tiba di RSUD Dekai, anak tersebut meninggal dunia.
"Pihak kepolisian telah membantu dalam proses pemakaman,"pungkasnya. (*)