BALI EXPRESS-Isak tangis keluarga, kerabat mewarnai prosesi pemakanan Caroline Angelica, mahasiswi FKH Unair pada Rabu (8/11).
Caroline Angelica dimakamkan sekitar pukul 10.00 WIB di pemakaman Tionghoa, Lereng Gunung Klotok, Kediri, Jawa Timur.
Kematian Caroline Angelica cukup mencurigakan berbagai pihak lantaran tidak wajar. Jenazah Caroline Angelica ditemukan di dalam mobilnya di parkiran Apartemen Royal Bisnis Tambak Oso Sidoarjo pada Minggu (5/11) sore.
Saat pertama kali ditemukan oleh petugas jaga yang tengah patroli, terlihat bagian kepala Caroline tertutup plastik.
Disamping itu ditemukan selang dan gas helium. Dugaan sementara Caroline meninggal akibat bunuh diri meski hasil otopsi belum diumumkan secara resmi oleh pihak kepolisian. Dugaan korban bunuh diri diperkuat adanya surat wasiat yang tulisannya identik dengan tulisan tangan korban.
Di surat wasiatnnya, korban menyampaikan keluh kesah dan permohonan maaf pada mamanya, teman dan saudaranya. Selain itu, hasil penyelidikan polisi juga menemukan bahwa korban pada awal bulan November ini diketahui membeli gas helium melalui toko online.
Sebelum dimakamkan, jenazah Caroline sempat disemayamkan selama 4 hari di Perkumpulan Rukun Sinoman Dana Pangrukti Kediri.
Anak kedua dari tiga bersaudara, putri dari Budi Harianto dan Seiniwati, dilepas dengan isak tangis keluarga dalam prosesi pemakaman tersebut.
Caroline, tercatat sebagai mahasiswa FKH Unair angkatan 2019. Dia dikenal akrab dengan teman-teman kampusnya. Selama kuliah, korban aktif di Fakultas Kedokteran Hewan, juga memiliki hobi membuat karikatur digital dan fotografi.
Dalam unggahan terakhirnya sekitar sepekan sebelum kepergiannya, Caroline menandai sebuah kejutan untuk sahabat-sahabatnya di kampus.
Pada tanggal 28 Oktober 2023, ia membagikan sejumlah karya karikatur digital yang kemungkinan ditujukan kepada lima temannya yang juga belajar di FKH Unair. (*)
Editor : Suharnanto Bali Express