MADURA, BALI EXPRESS - Aksi penyerangan secara brutal menggunakan senjata tajam (sajam) membuat gempar warga Tanjung Bumi, Bangkalan, Jawa Timur.
Rekaman video amatir mengenai penganiayaan yang menyebabkan empat orang tewas telah menyebar di berbagai grup Whatsapp.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (12/1) sekitar pukul 18.40 WIB di Jalan Raya Desa Bumi Anyar, Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan, Jawa Timur.
Informasi terbaru yang berhasil dikumpulkan menyebutkan bahwa empat orang meninggal dunia di lokasi kejadian.
"Insiden terjadi setelah salat maghrib, melibatkan tiga orang warga Desa Larangan dan satu orang warga Desa Bumi Anyar," kata Kepala Desa Bumi Anyar, Hartono kepada Radar Madura (Jawa Pos Group).
Meskipun demikian, dari keterangan warga sekitar, belum ada yang dapat memastikan pengeroyokan berdarah itu diawali oleh kasus apa.
Serangan yang tiba-tiba menggunakan celurit menyebabkan pertumpahan darah.
Aparat kepolisian dari Polsek Tanjung Bumi dan Polres Bangkalan telah tiba di tempat kejadian perkara (TKP), sementara keempat korban tewas telah dibawa ke rumah sakit.
Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Heru Cahyo Saputro, menyatakan bahwa empat orang telah meninggal dunia dalam insiden berdarah tersebut.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa aparat kepolisian masih terus melakukan pengumpulan data.
Sampai saat berita ini ditayangkan, motif penyebab insiden berdarah tersebut masih belum dapat dipastikan.
Namun, berdasarkan sumber dari pihak desa, kemungkinan terdapat kesalahpahaman antar kedua belah pihak.