Kondisi ruang saluran tangki septik di CSBM, Cirebon, Kamis (11/4), usai empat teknisi tewas di dalam ruangan tersebut. (Fathnur Rohman/Antara)
BALI EXPRESS - Empat orang teknisi ditemukan tewas dalam insiden tragis di Cirebon Super Block Mall (CSB Mall) pada Selasa (9/4). Kejadian ini mengundang keprihatinan dan perhatian banyak pihak.
Polisi dari Kepolisian Resor (Polres) Cirebon Kota sedang menyelidiki kasus ini dengan cermat untuk mengungkap tabir misteri di balik kejadian tragis ini.
Pada hari Selasa (9/4), keempat teknisi tersebut ditemukan tewas setelah melakukan perbaikan pada saluran tangki septik di mal tersebut.
Menurut laporan, dua teknisi pertama terjatuh ke dalam tangki, dan saat dua rekan mereka mencoba menolong, nasib yang sama menimpa mereka.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Cirebon Kota, AKP Anggi Eko Prasetyo, mengungkapkan bahwa penyelidikan sementara menunjukkan bahwa keempat korban ditemukan dalam kondisi tewas setelah dievakuasi dari tangki septik.
Meskipun demikian, penyebab pasti kematian mereka masih menjadi misteri.
Penjabat Wali Kota Cirebon, Agus Mulyadi, telah menyerukan evaluasi terhadap prosedur pengolahan limbah di CSBM untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
"Dalam waktu dekat, pihaknya akan memberikan rekomendasi kepada pengelola CSBM untuk meningkatkan standar keamanan kerja," katanya.
Sementara itu, Head Operation PT NWP Property CSB Mall, Rynto Mulyono, menegaskan komitmennya untuk memberikan santunan kepada keluarga korban sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kepolisian dan pemerintah setempat sedang berupaya keras untuk mengungkap kebenaran di balik tragedi ini, sementara masyarakat Cirebon dan sekitarnya menantikan jawaban atas pertanyaan yang menghantui: Apa sebenarnya yang terjadi di dalam tangki septik CSBM?
Kronologi Kejadian:
Dua teknisi yang melakukan perbaikan tangki septik terjatuh di lokasi kejadian.
Dua rekan lainnya berinisiatif menolong, namun mereka juga terjatuh.
Keempat korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa saat proses evakuasi.
Upaya Penyelidikan:
Polres Cirebon Kota melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian para korban.
Beberapa saksi telah dimintai keterangan dan data-data terkait insiden telah dihimpun.
Tim medis dan polisi telah mengumpulkan data dari proses otopsi keempat jenazah korban.
Imbauan Evaluasi:
Penjabat Wali Kota Cirebon Agus Mulyadi meminta pengelola CSB Mall mengevaluasi prosedur pengolahan limbah.
Evaluasi perlu dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Pengelola CSB Mall harus memberikan data yang relevan kepada dinas terkait agar langkah pencegahan bisa diterapkan.
Langkah Pencegahan:
Pemerintah Kota Cirebon akan memberikan rekomendasi berupa catatan yang harus dilaksanakan pengelola CSB Mall untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja.
Pengelola CSB Mall harus menjamin seluruh biaya pemakaman serta santunan untuk ahli waris korban.
Santunan dan Dukungan:
Head Operation PT NWP Property CSB Mall Rynto Mulyono memastikan dana santunan bagi ahli waris korban akan segera dicairkan.
Pengelola CSB Mall menjamin para korban dan keluarganya mendapat santunan sebagaimana ketentuan yang berlaku.
Pihaknya akan membuat laporan tertulis terkait standar operasional prosedur (SOP) kepada Pemerintah Kota Cirebon sebagai bahan evaluasi.
Informasi Tambahan:
Korban berinisial F (32), TY (40), MM (43), dan TA (32).
Keempat korban merupakan warga Cirebon.
AGENDA RUTIN: Suciana Mukhtar (pegang mik) mengisi perkumpulan rutin Fatayat NU Gapura pada Kamis (4/4). (SUCIANA MUKHTAR UNTUK JPRM) Editor : I Putu Suyatra