BALI EXPRESS - Sebuah tragedi mengguncang warga Lamongan, Jawa Timur, dengan meninggalnya AR, seorang remaja berusia 13 tahun, karena diduga mengalami pecahnya pankreas.
Informasi ini diungkapkan oleh Radar Lamongan Jawa Pos Group, setelah orang tua AR, yang diidentifikasi sebagai CS, melaporkan kejadian ini kepada Polres Lamongan.
Menurut laporan yang disampaikan oleh Mardi, seorang kerabat yang mendampingi CS, kejadian tragis ini terjadi saat AR didorong oleh salah seorang temannya saat upacara bendera pada bulan Februari, tepatnya tanggal 19.
AR jatuh dan kemudian dibawa ke puskesmas setempat sebelum dirujuk ke RS Muhammadiyah Lamongan.
Namun, karena kondisinya yang semakin memburuk, AR kemudian dirujuk ke RSUD Soetomo Surabaya.
Duka menyelimuti keluarga AR ketika AR akhirnya meninggal dunia pada tanggal 11 Maret.
Saat ini, keluarga masih menantikan tanggapan dari pihak terduga yang diduga mendorong AR.
Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Andi, menyatakan bahwa laporan ini sedang dalam tahap penyelidikan lebih lanjut.
"Kami akan mempelajari detailnya," ungkap Andi. ***