Kronologi Kecelakaan Maut di Jurang Pacet: Toyota Avanza Muat 11 Orang Terjun, Dua Tewas dan Sembilan Luka
I Putu Suyatra• Kamis, 11 Juli 2024 | 21:01 WIB
Kondisi mobil Avanza nopol L 1518 VX yang ditumpangi 11 orang warga Pulo Tegalsari, Wonokromo, Surabaya, saat hendak dievakuasi dari jurang Pacet, Mojokerto. (FOTO: ISTIMEWA/POLRES MOJOKERTO)
BALIEXPRESS.ID - Kecelakaan tragis menimpa sebuah mobil Toyota Avanza dengan nomor polisi L 1518 VX yang ditumpangi oleh satu keluarga asal Pulo Tegalsari, Wonokromo, Surabaya.
Kecelakaan terjadi di jurang Sendi, Pacet, Mojokerto, pada Rabu (10/7) sekitar pukul 15.30 WIB.
Mobil tersebut jatuh ke jurang sedalam 20 meter setelah diduga mengalami rem blong.
Kronologi Kecelakaan
Kasat Lantas Polres Mojokerto, Iptu Muhammad Hariyazie, menjelaskan bahwa insiden bermula ketika mobil yang dikemudikan oleh Komaruddin (40), warga Pulo Tegalsari, melaju di jalur ekstrem dari arah Cangar, Kota Batu, menuju Pacet, Mojokerto.
Rombongan keluarga ini tengah dalam perjalanan liburan dari Florawisata Santerra, Pujon, Malang, menuju pemandian air panas Padusan di Pacet.
Saat melintasi jalur Cangar-Pacet yang terkenal ekstrem, mobil tersebut diduga mengalami rem blong saat berada di turunan curam di Dusun Sendi, Pacet.
Dalam upaya menghindari tabrakan dengan pengendara motor di depan, pengemudi membanting setir ke kiri, namun naas, mobil menabrak pohon di sisi jalan dan terjun ke jurang sedalam 20 meter.
"Avanza hilang kendali diduga mengalami rem blong," ungkap Iptu Hariyazie.
Korban Kecelakaan
Akibat kecelakaan tersebut, dua penumpang tewas di lokasi kejadian dan sembilan lainnya mengalami luka-luka. Berikut adalah identitas korban:
Korban Meninggal Dunia:
Syaiful Islam (34)
Abdul Aziz (55)
Korban Luka Berat:
Fahri (9)
Dahria (25)
Nariyeh (49)
Korban Luka Ringan:
Lutfiansyah (33)
Lutfia Syahna (32)
Komarudin (40)
Munawaroh (38)
Nabila (7)
Farizi (5)
Seluruh korban saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Sumberglagah, Pacet, Mojokerto.
Tindakan Kepolisian
Polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti dari kecelakaan ini.
Dugaan sementara menyebutkan rem blong sebagai penyebab utama hilangnya kendali mobil.
"Kami terus melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kecelakaan ini. Saat ini, fokus utama kami adalah membantu para korban dan keluarga," tambah Iptu Hariyazie.
Kecelakaan ini menambah daftar panjang insiden di jalur ekstrem Cangar-Pacet yang sering menjadi sorotan karena kondisi jalan yang berbahaya.
Para pengemudi diimbau untuk selalu memeriksa kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan, terutama di jalur-jalur yang dikenal ekstrem. ***