BALIEXPRESS.ID - Seorang pria berinisial HA (35) asal Probolinggo, Jawa Timur, nekat mengaku sebagai anggota TNI untuk melancarkan aksinya merampok motor seorang wanita.
Korban, SW (39), seorang janda asal Blitar, terbujuk rayuan pelaku yang mengaku akan menikahinya.
Kronologi Kejadian
Perkenalan HA dan SW berawal dari aplikasi TikTok. HA yang mengaku sebagai anggota TNI berhasil memikat hati SW.
Baca Juga: Kunjungi Tabanan, Sesmenparekraf Serap Aspirasi Pelaku Parekraf Tabanan Terkait Hal Ini
Keduanya kemudian bertemu dan pelaku mengajak korban bertemu di Probolinggo dengan iming-iming akan diperkenalkan kepada komandan kesatuannya.
Kapolres Probolinggo AKBP Wisnu Wardana menjelaskan, saat pertemuan tersebut, pelaku meminta cincin emas seberat 1,6 gram yang dipakai korban.
Keduanya kemudian berboncengan menggunakan motor Vario nopol AG 3527 PAA milik korban.
Sesampainya di Probolinggo, pelaku hanya mengajak korban berkeliling hingga tiba di Desa/Kecamatan Kotaanyar.
Saat melewati jalan hutan jati, pelaku menghentikan motor dan meminta korban turun.
Kemudian, pelaku memukul kepala korban dengan batu. Beruntung, korban memakai helm sehingga tidak terluka parah.
Pelaku kemudian meminta HP dan dompet korban yang berisi identitas dan STNK motor. Meskipun korban sempat menolak, ancaman pembunuhan dari pelaku membuat korban menyerahkan barang-barangnya. Pelaku kemudian meninggalkan korban di tengah hutan.
Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian sebesar Rp 21 juta dan melaporkannya ke Polsek Kotaanyar.
Polsek berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Probolinggo dan Kodim 0820 karena pelaku mengaku sebagai anggota TNI.
Tim gabungan dari Unit Reskrim Polsek Kotaanyar dan Unit Opsnal Timur Satreskrim Polres Probolinggo berhasil melacak pelaku di Desa Sidomulyo, Kotaanyar, dan menangkapnya.
Namun, pelaku melawan dan mencoba kabur, sehingga petugas menembak kaki kanannya. Akhirnya, pelaku mengakui perbuatannya.
Penangkapan Pelaku
Berkat laporan korban, polisi berhasil melacak keberadaan pelaku dan menangkapnya. Dalam upaya penangkapan, pelaku sempat melawan sehingga petugas terpaksa melumpuhkannya dengan tembakan di kaki.
Modus Operandi yang Menyesatkan
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan anggota TNI.
Pelaku dengan sengaja memanfaatkan seragam atau atribut TNI untuk meyakinkan korban.