Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kronologi Kecelakaan Maut di Jalur Wisata Bromo yang Membuat Dua Orang Tewas

I Putu Suyatra • Senin, 19 Agustus 2024 | 19:03 WIB
NAHAS: Kondisi Elf yang ringsek parah usai hilang kendali di jalan wisata Bromo Desa Ngepung, Sukapura, Probolinggo. (Doni/ Radar Bromo)
NAHAS: Kondisi Elf yang ringsek parah usai hilang kendali di jalan wisata Bromo Desa Ngepung, Sukapura, Probolinggo. (Doni/ Radar Bromo)

BALIEXPRESS.ID - Kecelakaan tragis terjadi di jalur wisata Bromo, tepatnya di Desa Ngepung, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, pada Sabtu (17/8) pukul 09.30 WIB.

Sebuah microbus Isuzu Elf dengan nomor polisi S 7034 NB hilang kendali dan menabrak sebuah motor Honda Beat, mengakibatkan dua orang meninggal dunia di lokasi.

Korban tewas adalah Ainun Nabila (20), warga Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, yang saat itu hendak berwisata ke Gunung Bromo, serta Didik Susanto (42), warga Surabaya, yang merupakan sopir Elf dalam rombongan wisata dari Surabaya.

Kecelakaan bermula saat mikrobus Elf yang dikemudikan Didik melaju dari arah Bromo dengan membawa 19 penumpang.

Rombongan ini tengah dalam perjalanan pulang setelah berlibur di Gunung Bromo.

Namun, di Jalan Raya Ngepung, kendaraan kehilangan kendali saat melewati jalan menurun dan menikung tajam.

Elf kemudian oleng dan masuk ke jalur berlawanan, menabrak motor Honda Beat bernomor polisi N 2412 RL yang dikendarai oleh Ahmad Nur Fadil (20), warga Kelurahan Kebonsari Wetan, Kanigaran, Kota Probolinggo. Ahmad saat itu membonceng Ainun Nabila.

Tabrakan tidak terhindarkan, dan Elf kemudian menghantam tembok Hotel Jawa Lilly Caffe hingga roboh.

Akibat kecelakaan tersebut, Ainun Nabila dan Didik Susanto meninggal di tempat.

Menurut Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo, Ipda Aditya Wikrama, penyebab kecelakaan diduga karena rem mobil Elf tidak berfungsi dengan baik, sehingga mobil tidak bisa dikendalikan.

Aditya juga menambahkan bahwa Didik Susanto diduga kurang konsentrasi saat mengemudi.

Selain menelan dua korban jiwa, kecelakaan ini juga mengakibatkan delapan orang luka-luka.

Mereka dievakuasi ke Puskesmas Sukapura untuk mendapatkan perawatan.

Dari tujuh penumpang Elf yang terluka, lima di antaranya adalah warga Surabaya: Moch. Fidya Pratama (24), Rudi Hariadi (37), Afif Afianto (41), Kusnan (46), dan Mujiarso (42).

Dua lainnya, Heri Sunandar (46) dan Sugianto (67), adalah warga Lamongan. Ahmad Nur Fadil, pengemudi Honda Beat, juga termasuk di antara korban yang terluka.

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi para pengendara agar selalu berhati-hati dan memeriksa kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan, terutama di jalur-jalur yang rawan kecelakaan seperti kawasan wisata Bromo. ***

RAIH KEMENANGAN: Pada babak final, PB Djarum berhasil membawa pulang piala Liem Swie King usai melalui perlawanan alot dengan PB Mutiara Cardinal pada gelaran Polytron Superliga Junior 2024.
RAIH KEMENANGAN: Pada babak final, PB Djarum berhasil membawa pulang piala Liem Swie King usai melalui perlawanan alot dengan PB Mutiara Cardinal pada gelaran Polytron Superliga Junior 2024.
Editor : I Putu Suyatra
#kecelakaan #pasuruan #bromo #elf