Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kronologi Tragedi Maut di Jalan Raya Daendles: Bapak dan Anak Usia 3 Tahun Meninggal Seketika Usai Tabrakan Tragis dengan Jip

I Putu Suyatra • Kamis, 29 Agustus 2024 | 15:40 WIB
OLAH TKP: Petugas lantas saat melakukan olah TKP kecelakaan maut yang merenggut nyawa bapak dan anak di Kalisalam, Dringu.
OLAH TKP: Petugas lantas saat melakukan olah TKP kecelakaan maut yang merenggut nyawa bapak dan anak di Kalisalam, Dringu.

BALIEXPRESS.ID - Nasib tragis menimpa Dodik Ayong Pratama (23) dan putrinya yang baru berusia 3 tahun, Kanaya Syifa Pratama, warga Desa Kalisalam, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo.

Keduanya kehilangan nyawa dalam sekejap usai motor yang mereka kendarai bertabrakan dengan sebuah jip di Jalan Raya Daendles, Dringu, pada Selasa (27/8) malam.

Dodik yang saat itu mengendarai motor dari arah timur ke barat, membonceng putrinya serta tunangannya, Nur Risfia Agustini (15), warga Desa Curahtemu, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo.

Tanpa diduga, dari arah berlawanan, sebuah jip Daihatsu Feroza dengan nomor polisi W 1382 QE, yang dikemudikan Adam Maulana (20) melaju dengan kecepatan tinggi.

Di sebelah Adam, duduk seorang penumpang, Santiyo (52), warga Desa Dringu.

Kejadian nahas ini bermula ketika pengemudi jip diduga kurang berkonsentrasi dan mengambil jalur terlalu ke kanan.

Akibatnya, jip tersebut menabrak motor Dodik yang tak memiliki TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor).

Tabrakan itu begitu dahsyat hingga jip tersebut terus mendorong motor ke arah utara, hingga akhirnya keduanya terjatuh dan masuk ke dalam parit.

“Kendaraan jip baru berhenti setelah masuk ke parit bersama motor yang ditabrak,” jelas Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo, Ipda Aditya Wikrama.

Akibat tabrakan ini, Dodik meninggal dunia di tempat.

Kanaya, putrinya, yang mengalami luka parah, sempat dilarikan ke RSUD dr. Mohamad Saleh, Kota Probolinggo. Namun, sayangnya, nyawa Kanaya juga tak tertolong dan ia meninggal tak lama kemudian.

Sementara itu, tunangan Dodik, Nur Risfia Agustini, yang juga ikut dalam kecelakaan ini, kini tengah menjalani perawatan intensif di IHC RS Wonolangan, Dringu.

Nur mengalami cedera serius di kaki kirinya yang retak dan membutuhkan operasi pemasangan pen pada pukul 13.00 siang ini.

Menurut Buami (43), ibunda Nur Risfia, anaknya masih dalam keadaan syok dan belum mengetahui bahwa tunangannya telah meninggal dunia dalam kecelakaan tragis tersebut.

Kondisi Nur yang lemah dan tidak bisa bergerak banyak membuat keluarga memilih untuk tidak memberitahukan kabar duka ini terlebih dahulu.

Sementara itu, polisi telah menahan pengemudi jip, Adam Maulana, dan masih terus melakukan penyelidikan terkait kecelakaan yang disinyalir akibat kelalaian pengemudi tersebut.

Koordinator Kamar Jenazah RSUD dr. Mohamad Saleh, Wasis, mengungkapkan bahwa Dodik mengalami sejumlah luka parah di dada serta patah tulang di bagian betis dan paha kiri. Kanaya, putri Dodik, mengalami cedera berat di kepala.

Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya konsentrasi dan kehati-hatian dalam berkendara, karena kelalaian sekecil apapun bisa berujung pada kehilangan nyawa yang tak tergantikan. *** 

 
Editor : I Putu Suyatra
#kecelakaan #probolinggo #daendles