Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kronologi Pacaran dengan Istri Orang yang Berujung Maut: Dipicu oleh Teriakan Maling Suami Sah Sang Kekasih

I Putu Suyatra • Minggu, 1 September 2024 | 17:56 WIB
NAHAS : Suasana rumah duka korban penusukan di Kwangsan, Sedati, Sabtu (31/8). (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
NAHAS : Suasana rumah duka korban penusukan di Kwangsan, Sedati, Sabtu (31/8). (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

 

BALIEXPRESS.ID - Jalan Cendrawasih, Dusun Kepuh, Desa Betro, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur diguncang oleh insiden tragis yang melibatkan penusukan seorang pria berinisial W.

Peristiwa berdarah ini terjadi pada Jumat dini hari (30/8) dan memicu kepanikan di kalangan warga setempat.

Menurut informasi yang diperoleh, insiden ini dipicu oleh motif asmara.

Korban, pria berusia 26 tahun yang dikenal sebagai warga Jalan Malik Ibrahim, Desa Kwangsan, Kecamatan Sedati, tewas setelah ditusuk dengan senjata tajam (sajam) oleh suami sah kekasihnya.

Rangkaian peristiwa ini bermula dari hubungan asmara antara korban dan seorang wanita yang diduga merupakan kekasihnya.

Namun, terungkap bahwa wanita tersebut masih memiliki suami yang sah dan belum resmi bercerai.

Meskipun mereka terpisah ranjang karena hubungan yang tidak harmonis, suami sah kekasih korban ternyata masih memiliki hak untuk merasa cemburu.

Pada malam Kamis (29/8), korban menjemput kekasihnya dari tempat kerja dan mengantarkannya pulang ke kos.

Tanpa sepengetahuan korban, keluarga kekasihnya sudah menunggu di kos dengan maksud berbicara langsung dengan korban.

Tidak hanya orang tua kekasihnya, tetapi juga suami sah kekasihnya ada di lokasi tersebut, yang mengejutkan korban.

"Informasi yang saya terima menyebutkan bahwa keluarga pihak perempuan memberitahukan bahwa wanita tersebut sudah bersuami. Namun, hubungan rumah tangga mereka tidak harmonis dan mereka sudah pisah ranjang," ujar Sutoyo, salah satu warga setempat.

Ketika mediasi di kos berlangsung, hanya terjadi tatapan antara korban dan suami sah perempuan tersebut tanpa ada percakapan.

Merasa terancam, korban memilih untuk meninggalkan tempat.

Namun, saat korban mengendarai motornya, suami kekasihnya berteriak "maling" yang memicu warga menghentikan laju sepeda motor korban.

Dengan kerumunan warga yang kini mengelilingi korban, suami kekasihnya tiba-tiba mengambil sajam dan menusuk korban.

"Korban langsung tersungkur dan dibawa ke Puskesmas Sedati oleh warga," tambah Sutoyo.

Karena luka yang parah, korban kemudian dirujuk ke RSUD Sidoarjo, namun sayangnya, ia menghembuskan napas terakhirnya dalam perjalanan.

Jenazah korban saat ini telah dibawa ke Rumah Sakit Pusdik Bhayangkara Porong untuk dilakukan otopsi.

Informasi lebih lanjut mengungkapkan bahwa korban adalah seorang duda yang memiliki satu anak yang masih duduk di bangku SD, dan merupakan anak semata wayang.

Sementara itu, kekasihnya masih berstatus istri orang meskipun mereka sudah pisah ranjang.

Radar Sidoarjo berusaha mendatangi rumah duka, namun pihak keluarga masih enggan memberikan komentar terkait kejadian ini.

Wakasat Reskrim Polresta Sidoarjo, AKP Hafid Dian Maulidi, mengkonfirmasi bahwa pelaku telah ditangkap dan saat ini masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami masih menyelidiki kasus ini untuk memastikan semua detail dan mendapatkan kejelasan lebih lanjut,” tegasnya. *** 

 

Editor : I Putu Suyatra
#penusukan #pisah ranjang #kekasih #pacar #sidoarjo #suami