Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Terungkap! Seperti Ini Sosok Ida Pelaku Pembunuhan Dua Anak Kandung dengan Parang

I Made Mertawan • Rabu, 4 September 2024 | 14:19 WIB
SADIS: Tempat kejadian perkara pembunuhan di Manisrenggo, Kota Kediri. (FOTO: NOVANDA NIRWANA/JPRK)
SADIS: Tempat kejadian perkara pembunuhan di Manisrenggo, Kota Kediri. (FOTO: NOVANDA NIRWANA/JPRK)

BALIEXPRESS.ID- Kasus pembunuhan di Kota Kediri, Jawa Timur (Jatim) bikin heboh.

Pembunuhan diduga dilakukan oleh Ida. Ia menghabisinya nyawa dua anak kandungnya pada Selasa (3/9/2024).

Kasus pembunuhan sadis ini kini dalam penanganan Polsek Kota Kediri, Jawa Timur.

“Korban sudah dibawa ke RS Bhayangkara untuk diautopsi, sementara terduga pelaku serta saksi telah dibawa ke Polres Kediri Kota untuk pendalaman lebih lanjut," ungkap Kapolsek Kediri Kota Komisaris Polisi Ridwan Sahara.

Kasus ini terungkap setelah suami terduga pelaku, Muhammad Zakaria, mendengar suara rintihan dari anak-anaknya.

Zakaria, yang saat itu tidur bersama kedua anaknya, terbangun dan mendapati istrinya, sedang memegang parang dan telah melukai kedua anak mereka.

Zakaria segera mengamankan istrinya dan menghubungi keluarga, ketua RT, serta pihak kepolisian.

Sayangnya, kedua anak mereka, Muhammad Balya,14, dan Binti,7, meninggal dunia akibat luka parah di bagian kepala.

"Kondisi korban ini terluka parah. Dini hari itu langsung melakukan (penganiayaan) ke anak-anaknya tanpa diketahui suaminya. (Luka) di bagian kepala dan anggota tubuh lainnya, tetapi yang parah luka di kepala," jelas Ridwan.

Ketua RT 01 RW 06, Kelurahan Manisrenggo, Kota Kediri, Suparmanto, mengungkapkan bahwa Ida diketahui kerap menunjukkan tanda-tanda depresi.

Ida terkadang terlihat normal, tetapi di waktu lain dia tampak depresi.

Suparmanto, yang sempat menemui Zakaria setelah kejadian, juga mengungkapkan bahwa ID sempat meminta maaf kepadanya.

"Pelaku diam saja, sempat bersalaman, tetapi wajahnya cemberut," katanya.

Tetangga lainnya, Zainal, yang juga Ketua Pagar Nusa Ranting Manisrenggo mengatakan pelaku sering menunjukkan perilaku yang tidak stabil.

Ida disebutkan  mudah curiga terhadap orang lain, bahkan sering marah-marah.

Para tetangga sebenarnya sudah berupaya meminta agar kondisi kejiwaan Ida diperiksa, namun hingga hari kejadian, permintaan tersebut belum dilaksanakan.

“Sepertinya belum pernah dirawat. Beberapa waktu lalu dari masyarakat meminta agar diperiksakan (kesehatan terduga pelaku) karena sering berburuk sangka kepada orang-orang, bingung, marah. Tapi kadang normal, jadi fluktuatif tidak permanen (marah-marah)," kata Zaenal. (*)

Editor : I Made Mertawan
#pembunuhan #anak kandung #kediri