NGERI! Anak 5 Tahun Diculik, Digunduli, Dilakban hingga Tewas: Ibu Korban Langsung Melahirkan Dengar Kematian Anaknya, Motifnya Cukup Mengejutkan
I Putu Suyatra• Sabtu, 21 September 2024 | 00:45 WIB
Informasi hilangnya Aqila yang sempat tersebar di media sosial dan penemuan mayatnya di pinggir pantai Cihara. (Foto: x.com/JhonSitorus_18)
BALIEXPRESS.ID - Warga Pantai Cihara, Lebak, Banten digemparkan oleh penemuan mayat balita berusia 5 tahun pada Kamis (19/9) pagi.
Mayat yang dibalut lakban hitam di bagian wajah tersebut diidentifikasi sebagai Aqilatunnisa Prisca Herlan, bocah yang dilaporkan hilang sejak Selasa (17/9) akibat penculikan oleh orang tak dikenal.
Kabar hilangnya Aqila sempat viral di media sosial, dengan akun X @dhemit_is_back yang membagikan detail ciri-ciri terakhir bocah malang ini.
Aqila digambarkan memiliki tinggi 100 cm, berat 13,4 kg, berkulit putih, serta rambut hitam ikal sebahu.
Terakhir kali terlihat, Aqila mengenakan kaos biru toska bergambar kucing dan sandal slop karet.
Namun, mimpi buruk datang ketika jasadnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan.
Kepalanya tertutup lakban, tubuhnya membiru dengan beberapa luka lebam, dan perutnya mengembung, tanda ia telah lama tenggelam di air.
Lebih mengerikan, rambut ikal Aqila telah dicukur gundul.
Hilang Setelah Diduga Diculik dari Rumah
Aqila dilaporkan hilang dari rumahnya di Jalan Kamboja, Kompleks BBS II, Kelurahan Ciwedus, Kecamatan Cilegon.
Dugaan awal mengarah pada penculikan dengan motif utang-piutang yang melibatkan orang tua korban.
Sang ayah, Andre Primario Herlan, bekerja di koperasi simpan pinjam, sementara sang ibu, Amelia, memberikan kredit barang kepada orang lain.
Diduga, pelaku kesal akibat sering ditagih utang oleh orang tua Aqila.
Kabar tragis ini juga membawa dampak emosional bagi sang ibu yang tengah mengandung besar.
Amelia mengalami kontraksi dan akhirnya melahirkan setelah menerima kabar kematian putrinya.
Ancaman Mengintai Sebelum Tragedi
Tetangga korban, Hanifah, mengungkapkan bahwa Amelia sempat mendapat ancaman melalui pesan WhatsApp sebelum Aqila hilang.
Pesan tersebut berisi ancaman penculikan dan kekerasan terhadap Aqila serta orang tuanya.
Sayangnya, meskipun laporan ancaman sudah diajukan ke pihak berwajib, tidak ada tindakan lebih lanjut dari polisi hingga akhirnya Aqila menghilang dan ditemukan tewas.
"Masalah ancaman sudah dilaporkan ke polisi, tapi tidak ada tanggapan sampai akhirnya Aqila hilang," ujar Hanifah.
Hingga kini, pelaku keji di balik penculikan dan pembunuhan Aqila masih belum ditemukan.
Keluarga besar berharap agar kasus ini segera terungkap dan keadilan ditegakkan.
Tragedi ini tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, tetapi juga menyisakan banyak pertanyaan yang hingga kini masih belum terjawab.
Apakah ancaman sebelumnya benar-benar terkait dengan pembunuhan ini? Siapa pelaku sebenarnya? Pertanyaan-pertanyaan ini terus menggelayuti pikiran masyarakat yang berharap kasus ini segera terpecahkan. ***