Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Beredar Video Detik-detik Ibu, Dua Anak dan Kakek Tewas Tertabrak Kereta Api: Salah Satu Anak Berteriak 'Mama' Sambil Ketakutan

I Putu Suyatra • Selasa, 24 September 2024 | 02:50 WIB

Screenshot saat seorang ibu dan dua anaknya bermain di rel kereta api. Seorang anak yang tertabrak dan terbawa lokomotof kereta hingga ke Stasiun Subang yang terdekat dari TKP tabrakan.
Screenshot saat seorang ibu dan dua anaknya bermain di rel kereta api. Seorang anak yang tertabrak dan terbawa lokomotof kereta hingga ke Stasiun Subang yang terdekat dari TKP tabrakan.

BALIEXPRESS.ID - Peristiwa tragis mengguncang warga Karawang, Jawa Barat, Minggu (22/9) pagi. Empat orang, termasuk seorang ibu, dua anak, dan seorang kakek, tewas setelah tertabrak Kereta Api Fajar Utama Solo jurusan Pasarsenen-Solo.

Tragedi maut itu terjadi di kilometer 88+700 jalur hulu petak jalan Cikampek-Tanjungrasa.

Tepatnya di Kampung Daringo, Desa Pangulah Selatan, Kecamatan Kota Baru. Insiden ini menghebohkan publik setelah video detik-detik kejadian viral di media sosial.

Dalam video yang beredar di akun X @ScariestProject, terlihat momen mengerikan saat seorang ibu dan dua anaknya asyik bermain di rel ganda, tak menyadari bahaya yang mengancam.

Video pertama berdurasi 59 detik memperlihatkan ibu tersebut meminta anaknya untuk merekam dirinya melambaikan tangan ke arah kereta Kertajaya yang melintas dari arah Surabaya.

Namun, tak disangka, dari arah berlawanan, kereta Fajar Utama Solo melaju dengan kecepatan tinggi dan menabrak ibu beserta keluarganya.

Salah satu anak sempat berteriak, "Mama!" dalam kepanikan saat menyadari kereta datang dengan cepat.

Tak ada waktu untuk menghindar, dalam hitungan detik, mereka tertabrak.

Ponsel yang digunakan untuk merekam momen tersebut bahkan masih berfungsi, memperlihatkan anak berkaos merah berlari mendekati ibunya sambil menangis.

Lebih mengejutkan, pada video kedua yang berdurasi hanya 4 detik, terlihat anak berkaos hijau yang tersangkut di bagian depan lokomotif kereta api.

Keluarga ini tak sadar bahwa dua kereta melaju berpapasan di jalur rel ganda tersebut, mengakibatkan tragedi yang merenggut nyawa mereka.

Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Rokhmad Makin Zainul, menyayangkan peristiwa ini dan mengingatkan masyarakat untuk tidak beraktivitas di sekitar rel kereta api.

"Jalur kereta api adalah area yang dilindungi undang-undang. Larangan ini tercantum dalam UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Sayangnya, warga tidak berpindah meski kereta sudah membunyikan peringatan berulang kali," ujarnya.

Rokhmad juga berharap agar masyarakat lebih peduli terhadap keselamatan perjalanan kereta api dan memberikan teguran jika melihat aktivitas berbahaya di sekitar rel.

"Kami berharap masyarakat ikut berperan aktif dalam menjaga keselamatan di jalur kereta api," tegasnya.

Jenazah keempat korban telah dievakuasi dan dibawa ke fasilitas kesehatan di Karawang dan Subang.

Berikut identitas para korban yang kehilangan nyawa dalam tragedi ini:

  1. Anita Andini, 37, warga Desa Jomin Timur, Karawang.
  2. Tedi, 9, warga Desa Jomin Timur, Karawang.
  3. Iksan, 7, warga Desa Pagulah Selatan, Karawang.
  4. Sahaman, 64, warga Desa Pagulah Selatan, Karawang.

Kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan di sekitar jalur kereta api.

Apa yang sebenarnya membuat keluarga ini tetap berada di rel meski ada dua kereta yang melintas? Tragedi ini masih menyisakan banyak pertanyaan. ***

Editor : I Putu Suyatra
#rel #kereta api #video