BALIEXPRESS.ID - Insiden tragis di jalur pantura Kecamatan Batangan, Pati, pada Senin (23/9) dini hari, masih menyisakan tanda tanya besar.
Kecelakaan maut yang melibatkan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Surya Bali dan truk tronton ini merenggut nyawa enam orang, sementara penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan intensif oleh pihak kepolisian.
Menurut keterangan Ipda Apri Hermawan, Kanit Gakkum Satlantas Polresta Pati, salah satu saksi kunci, yakni sopir truk tronton, mengungkapkan hal mengejutkan.
“Saksi melihat bus tersebut oleng ke kanan dan kiri sebelum terjadi tabrakan. Kami masih mendalami penyebab pastinya,” jelas Ipda Apri.
Kronologi Kecelakaan Maut di Pantura
Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 02.30 WIB di tengah cuaca hujan yang membuat jalanan licin.
Bus AKAP Surya Bali yang melaju dengan kecepatan tinggi tiba-tiba kehilangan kendali dan bertabrakan dengan truk tronton.
Dua korban dilaporkan tewas di lokasi, sementara empat lainnya meninggal di rumah sakit, menjadikan total korban meninggal dunia mencapai enam orang.
Selain itu, 12 penumpang lainnya mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Akibat kecelakaan ini, arus lalu lintas di jalur utama pantura mengalami kemacetan parah.
Evakuasi kendaraan baru bisa dilakukan pada pagi hari setelah kejadian, menambah panjang daftar kecelakaan fatal di jalur pantura yang kerap disebut sebagai jalur maut.
Sopir Bus Diduga Mengantuk, Cuaca Buruk Jadi Faktor Penyebab
Kasatlantas Polresta Pati, Kompol Asfauri, menjelaskan bahwa kemungkinan besar sopir bus mengalami kelelahan atau mengantuk saat insiden terjadi.
Selain itu, kondisi jalan yang licin akibat hujan turut memperparah situasi.
“Masyarakat diimbau untuk lebih waspada saat melintas di jalur pantura, terutama dalam kondisi cuaca buruk,” tambahnya.
Jalur pantura memang dikenal rawan kecelakaan, dan dengan kejadian ini, masyarakat diharapkan semakin berhati-hati. ***
Editor : I Putu Suyatra