BALIEXPRESS.ID– Pemasangan rambu flasher di persimpangan Desa Kaligoro, Kecamatan Kutorejo, Mojokerto, berubah menjadi tragedi pada Jumat (25/10) sore.
Ketiga petugas pemasang rambu dari pihak ketiga mengalami insiden tersengat listrik tegangan tinggi, mengakibatkan satu orang tewas di tempat, sementara dua lainnya pingsan dan terluka ringan.
Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 15.30 ketika tim rekanan dari kontraktor DPRKP2 Kabupaten Mojokerto sedang memasang rambu flasher beserta tiangnya.
Menurut Kepala DPRKP2 Kabupaten Mojokerto, Rachmat Suharyono, insiden ini bermula saat tiang besi setinggi 5 meter yang diangkat mendekati jaringan listrik PLN di sekitar lokasi pemasangan.
“Betul, satu pekerja meninggal dan dua orang luka ringan yang sempat pingsan,” ujarnya pada Sabtu (26/10).
Tegangan listrik tinggi diduga menyambar ketika ujung tiang rambu menyentuh kabel listrik, mengakibatkan seorang pekerja yang berada di atas tiang tersengat dan terjatuh.
Ia tewas seketika akibat luka parah. Sementara itu, dua rekan yang berada di bawah juga terkena dampak sengatan listrik, mengalami syok, dan pingsan.
“Posisi tiang besi yang sangat dekat dengan kabel listrik kemungkinan besar menjadi penyebab insiden ini,” ungkap Rachmat.
Ia juga menegaskan bahwa ketiga pekerja bukan personel DPRKP2, melainkan dari pihak ketiga yang sedang mengerjakan pemasangan rambu flasher di tujuh titik, termasuk di simpang empat Desa Kaligoro, sebagai bagian dari kontrak proyek APBD.
Pasca kejadian, ketiga korban langsung dilarikan ke RS Sumber Waras Bangsal. Dua korban yang pingsan kini telah dipulangkan setelah mendapatkan perawatan, sementara jenazah korban tewas telah diserahkan kepada keluarganya di Kediri.
Kapolsek Kutorejo, Iptu Agus Hariyanto, mengungkapkan bahwa polisi kini tengah melakukan investigasi untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan ini.
“Saat ini anggota kami sedang menghimpun data dan keterangan dari saksi-saksi di lapangan, serta pihak terkait,” tambahnya.
Editor : Nyoman Suarna