BALIEXPRESS.ID – Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan erupsi yang terjadi pada Rabu (20/11) pagi.
Kolom abu terpantau membumbung hingga 900 meter di atas puncak, menandai peningkatan aktivitas yang perlu diwaspadai masyarakat.
Petugas Pos Pantau Gunung Api (PPGA) Semeru, Sigit Rian Alfian, menjelaskan bahwa erupsi terjadi pukul 06.29 WIB.
"Erupsi setinggi 900 meter ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 21 milimeter dan durasi 119 detik," ujar Sigit dalam keterangan resminya.
Kolom abu dilaporkan berwarna kelabu pekat dengan arah pergerakan ke barat daya.
Sejak Rabu dini hari hingga pukul 11.34 WIB, Gunung Semeru mencatat lima kali erupsi dengan ketinggian kolom abu bervariasi, mulai dari 500 meter hingga 900 meter.
Aktivitas vulkanik ini memaksa pihak berwenang untuk memperingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di zona rawan yang telah ditentukan.
"Kami mengimbau masyarakat dan penambang untuk tidak melakukan aktivitas di kawasan terlarang, khususnya di sekitar aliran sungai dalam radius 500 meter," ujar Kabid Kedaruratan dan Rehabilitasi BPBD Lumajang, Yudhi Cahyono.
Yudhi juga menyoroti potensi ancaman sekunder berupa lahar dingin yang dapat terjadi tanpa peringatan dini.
Aktivitas tambang maupun pekerjaan di sekitar aliran sungai seperti Curah Kobokan dan Besuk Bang mampu meningkatkan risiko, terutama saat hujan.
Dalam periode pengamatan sebelumnya pada Selasa (19/11), PPGA mencatat 81 gempa letusan dengan amplitudo berkisar 10 hingga 22 milimeter dan durasi maksimum 142 detik.
Data ini menunjukkan tingginya aktivitas vulkanik Gunung Semeru dalam 24 jam terakhir.
Pihak berwenang terus memantau aktivitas Gunung Semeru melalui Pos Pantau Gunung Sawur dan Curah Kobokan.
Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi larangan aktivitas di zona berbahaya.
Aktivitas vulkanik Gunung Semeru ini menjadi pengingat bagi masyarakat di sekitar lereng gunung untuk tetap siaga terhadap ancaman yang bisa datang sewaktu-waktu. (*)
Editor : Nyoman Suarna