Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kisah dan Kekayaan Kasat Reskrim AKP Ryanto Ulil Anshar: Sosok Polisi yang Tewas Ditembak Gara-gara Tangkap Pemilik Tambang Ilegal

I Putu Suyatra • Sabtu, 30 November 2024 | 02:24 WIB
TAS KEBANGGAAN: Suasana pemakaman dan barang-barang yang ada di rumah dinas yang ditinggali AKP Ryanto Ulil Anshar. (FOTO: IST)
TAS KEBANGGAAN: Suasana pemakaman dan barang-barang yang ada di rumah dinas yang ditinggali AKP Ryanto Ulil Anshar. (FOTO: IST)

BALIEXPRESS.ID - Tragedi yang menimpa AKP Ryanto Ulil Anshar, Kasat Reskrim Polres Solok Selatan yang tewas ditembak Kabag Ops AKP Dadang Iskandar, meninggalkan kisah mendalam tentang sosoknya yang sederhana namun penuh perhatian.

Pria kelahiran Makassar, 12 Agustus 1990, ini dikenal sebagai perwira polisi yang hidup tanpa kemewahan, meski telah meniti karir selama 14 tahun sejak lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) pada 2012.

Isi Rumah Sederhana di Asrama Polres Solok Selatan

Kesederhanaan hidup AKP Ulil terlihat jelas dari isi rumah dinasnya di asrama Polres Solok Selatan.

Dalam video yang viral di TikTok oleh akun @esxhonorer2014, terlihat kediaman almarhum hanya dilengkapi kasur, beberapa bantal, tanpa lemari atau barang-barang mewah lainnya.

Video tersebut juga memperlihatkan petugas Polres Solok Selatan yang sibuk mengepak barang-barang milik AKP Ulil ke dalam kardus dan tas untuk dikirimkan kepada ibunya di Makassar.

Rekan-rekannya di Polres Solok Selatan membenarkan kesederhanaan tersebut.

Mereka menyebutkan bahwa AKP Ulil adalah pemimpin yang sangat peduli terhadap anak buahnya dan selalu mengutamakan kesejahteraan mereka di atas kepentingan pribadinya.

Kepedulian kepada Keluarga di Makassar

Kesederhanaan AKP Ulil tidak mengurangi perhatiannya terhadap keluarga, terutama ibundanya, Christina Yun Abubakar.

Pamannya, Ruben, mengungkapkan bahwa beberapa minggu sebelum tragedi, AKP Ulil memberikan hadiah berupa kulkas dua pintu untuk keluarganya.

"Kulkas ini digunakan untuk menyimpan makanan tamu saat melayat. Kami sangat sedih, tapi kebaikan Ryan tak akan terlupakan," ujar Ruben penuh haru.

Harta Kekayaan yang Tak Mencerminkan Kemewahan

Kesederhanaan hidup AKP Ulil juga terlihat dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkannya. Ia tercatat tidak memiliki tanah, bangunan, alat transportasi, atau barang berharga lainnya. Harta yang dimilikinya hanya berupa kas senilai Rp 150 juta.

Kerabatnya, Brigjen TNI Elphis Rudy, bahkan menceritakan bahwa uang tunai di dompet almarhum saat itu hanya Rp 70 ribu.

Statusnya yang belum menikah juga disebut menjadi alasan ia belum memikirkan kebutuhan akan rumah atau kendaraan pribadi, karena selama bertugas ia menggunakan fasilitas dinas.

Sosok yang Selalu Mengutamakan Orang Lain

Dengan gaji pokok yang berada di kisaran Rp 3,1 juta hingga Rp 5,1 juta, serta tunjangan yang menjadikan total pendapatannya sekitar Rp 3,7 juta per bulan, AKP Ulil tetap hidup sederhana namun penuh tanggung jawab.

Kehidupannya menjadi teladan bagi rekan-rekan sejawatnya.

Kenangan yang Abadi

Kisah hidup AKP Ryanto Ulil Anshar menjadi inspirasi sekaligus duka mendalam bagi keluarga, rekan kerja, dan masyarakat yang mengenalnya.

Kesederhanaan, kebaikan hati, dan pengorbanannya menjadi warisan moral yang tak ternilai.

Apa yang membuat seorang pemimpin seperti AKP Ulil begitu rendah hati meski berada di posisi strategis? Ikuti terus kisah lengkapnya yang mengungkap teladan hidup penuh arti ini. *** 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#AKP Dadang Iskandar #AKP Ryanto Ulil Anshar #Polisi