BALIEXPRESS.ID – Banjir bandang yang melanda Desa Curug Luhur, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (4/12/2024), meninggalkan dampak yang mengkhawatirkan.
Sedikitnya delapan mobil terseret arus deras, satu di antaranya bahkan berisi pengemudi yang berhasil selamat dari maut.
“Sebanyak delapan mobil hanyut. Korban jiwa nihil, dan yang terbawa arus umumnya mobil yang sedang parkir. Satu mobil yang ada pengemudinya, alhamdulillah pengemudinya selamat,” ujar Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, Rabu (4/12).
Penyebab Banjir: Cuaca Ekstrem dan Luapan Sungai
Hujan deras yang mengguyur sejak Selasa (3/12) malam hingga Rabu pagi menjadi pemicu utama banjir bandang ini.
Debit air Sungai Cikaso meningkat drastis, meluap, dan menggenangi beberapa titik di Kabupaten Sukabumi. Desa Curug Luhur menjadi salah satu wilayah yang paling parah terdampak.
“Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Sukabumi sejak Selasa hingga hari ini telah menyebabkan bencana di berbagai tempat,” kata Hadi Rahmat, Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jawa Barat.
Banjir dan Longsor Melanda Belasan Kecamatan
BPBD Jawa Barat mencatat, selain banjir bandang di Sagaranten, beberapa kecamatan lain seperti Ciemas, Palabuhanratu, Cidolog, dan Gegerbitung juga terdampak.
Bahkan, longsor turut terjadi di wilayah Simpenan, Cisolok, Nagrak, hingga Lengkong, dengan kerusakan yang meluas ke rumah warga, jalan, dan lahan pertanian.
“Hujan deras membuat beberapa tanggul jebol, dan air dengan cepat merendam pemukiman warga. Situasi ini membuat warga harus segera mengamankan harta benda mereka ke tempat yang lebih tinggi,” ungkap Hadi Rahmat.
Langkah Cepat Penanganan Darurat
BPBD Kabupaten Sukabumi kini tengah berkoordinasi dengan aparat dan masyarakat untuk melakukan pendataan kerusakan serta asesmen lokasi terdampak.
Langkah ini dilakukan guna menentukan penanganan darurat yang paling efektif.
Relawan juga dikerahkan untuk membantu evakuasi dan distribusi bantuan kepada warga terdampak.
“Pendataan masih berlangsung. Aparat dan warga bekerja sama untuk membersihkan sisa-sisa banjir sekaligus menilai kebutuhan mendesak di lapangan,” tambah Hadi.
Harapan Akan Solusi Jangka Panjang
Banjir bandang yang hampir rutin terjadi ini menimbulkan trauma bagi warga sekaligus harapan akan solusi yang lebih permanen.
“Kami sangat berharap pemerintah bisa membangun infrastruktur tanggul yang lebih kuat. Jangan sampai bencana seperti ini terus berulang,” ujar salah satu warga Desa Curug Luhur.
Bencana ini menjadi pengingat bahwa perubahan cuaca ekstrem memerlukan respons yang cepat dan kebijakan jangka panjang.
Akankah banjir di Sukabumi tahun ini menjadi momentum perubahan untuk mengatasi bencana serupa di masa depan? ***
Editor : I Putu Suyatra