Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kisah Pilu Pemakaman Satu Keluarga Korban Pembunuhan: Tangis Haru Iringi Liang Lahat Bersama

I Putu Suyatra • Senin, 9 Desember 2024 | 15:56 WIB

PENUH HARU: Satu keluarga korban pembunuhan di Ngancar Kediri dimakamkan di satu liang lahat. (ASAD MS/JPRK)
PENUH HARU: Satu keluarga korban pembunuhan di Ngancar Kediri dimakamkan di satu liang lahat. (ASAD MS/JPRK)

BALIEXPRESS.ID – Suasana duka mendalam menyelimuti Desa Pandantoyo, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, pada Jumat pagi (6/12).

Pemakaman satu keluarga korban pembunuhan yang tragis diiringi isak tangis warga dan kerabat yang hadir.

Ketiga korban, yakni Agus Komarudin (38), Kristina (34), dan Christian Agusta Wiratmaja Putra (13), dimakamkan dalam satu liang lahat di Makam Desa Pandantoyo.

Perjalanan Jenazah ke Peristirahatan Terakhir

Jenazah ketiga korban tiba di rumah duka pada Jumat dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, diantarkan menggunakan tiga ambulans dari RS Bhayangkara.

Priyanto (54), kakak Kristina, menjelaskan bahwa jenazah tiba setelah menjalani proses otopsi.

“Jenazah tiba dini hari tadi (6/12) setelah diotopsi,” ujar Priyanto saat ditemui di lokasi pemakaman.

Pagi harinya, sekitar pukul 08.00 WIB, ketiga jenazah didoakan di Rumah Doa Kelompok Eklisia, Dusun Nglempun.

Selanjutnya, sekitar pukul 09.00 WIB, prosesi pengantaran jenazah ke makam dimulai. Suasana haru pecah ketika kerabat, teman, guru, dan siswa yang mengenal korban tak mampu membendung air mata.

Liang Lahat Bersama: Simbol Persatuan di Akhir Hayat

Ketiga korban dimakamkan dalam satu liang lahat, sebuah simbol kebersamaan meski dalam tragedi.

Agus Komarudin, ayah korban, yang turut menguburkan jenazah keluarganya, terlihat tak mampu menahan tangis.

“Kami kehilangan mereka dalam kejadian yang sangat tragis,” ujar salah satu kerabat yang hadir.

Pelaku Pembunuhan: Sakit Hati Berujung Tindakan Keji

Kasus pembunuhan yang menggemparkan ini melibatkan Yusa Cahyo Utomo (35), adik kandung Kristina.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, pelaku mengaku nekat menghabisi nyawa korban karena sakit hati akibat permintaan pinjaman uang yang tidak dipenuhi oleh Kristina.

Motif tersebut menambah kesedihan masyarakat atas kejadian ini.

Duka Mendalam dan Pesan Kehati-hatian

Tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga hubungan kekeluargaan dan mengelola emosi.

“Kami berharap masyarakat dapat mengambil pelajaran dari kejadian ini dan selalu menjaga komunikasi dalam keluarga,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.

Tangis haru dan doa mengiringi pemakaman satu keluarga ini, meninggalkan luka mendalam bagi warga Desa Pandantoyo.

Tragedi ini tak hanya mengguncang Kediri, tetapi juga menjadi peristiwa yang menggugah kesadaran akan pentingnya kasih sayang dalam keluarga. *** 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#pembunuhan #pinjaman #Sekeluarga #kediri