Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Jawa Timur Diguncang Gempa hingga Jateng, BMKG Ingatkan Hal Ini kepada Masyarakat

Nyoman Suarna • Selasa, 10 Desember 2024 | 01:11 WIB
GEMPA: Gempa mengguncang Jawa Timur hingga dirasakan sampai Jateng. Namun BMKG sebut gempa terjadi akibat pergerakan sesar aktif.
GEMPA: Gempa mengguncang Jawa Timur hingga dirasakan sampai Jateng. Namun BMKG sebut gempa terjadi akibat pergerakan sesar aktif.

BALIEXPRESS.ID - Gempa dengan magnitudo 3,9 mengguncang Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, dan dirasakan di beberapa kecamatan di Kabupaten Blora, Jawa Tengah pada Senin (9/12) pagi.

Kejadian gempa terjadi sekitar pukul 07.06 WIB dan berpusat di koordinat 7.35° LS dan 111.55° BT, sekitar 12 kilometer arah timur laut Ngawi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa gempa ini merupakan jenis gempa dangkal dengan kedalaman 11 kilometer yang terjadi akibat aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut.

Gempa tersebut dirasakan di enam kecamatan di Blora, yaitu Cepu, Kedungtuban, Randublatung, Jati, Jepon, dan Kradenan.

Meski getaran cukup terasa, BMKG dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Blora memastikan bahwa tidak ada laporan kerusakan atau korban jiwa akibat peristiwa ini.

"Gempa hanya dirasakan oleh warga. Tidak ada kerusakan ataupun korban jiwa," ujar Agung Triyono, anggota TRC BPBD Blora, saat dihubungi.

Seorang warga Kelurahan Jepon, Kecamatan Jepon, Nunuk, menceritakan pengalamannya saat merasakan getaran gempa.

"Saya habis antar anak ke sekolah, lalu rebahan sebentar di kasur. Tiba-tiba ada getaran selama beberapa detik," ujarnya.

Nunuk yang sempat bingung langsung mengecek grup WhatsApp untuk memastikan apakah orang lain merasakan hal yang sama.

"Setelah cek grup, ternyata benar ada gempa," tambahnya.

BMKG mengingatkan bahwa gempa dangkal seperti ini biasanya tidak menimbulkan kerusakan signifikan, namun tetap memperingatkan masyarakat untuk waspada terhadap kemungkinan adanya gempa susulan.

Masyarakat juga diimbau untuk terus mengikuti informasi resmi dari BMKG agar tidak terpengaruh oleh isu yang tidak jelas.

Meski dampaknya relatif kecil, gempa ini mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan warga terhadap bencana alam, terutama di daerah-daerah yang rawan gempa. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#bmkg #gempa #jawa timur #jateng