BALIEXPRESS.ID - Polres Ngawi tengah mendalami kasus dugaan pembunuhan bayi yang terjadi di Kecamatan Pangkur, Ngawi.
Polisi telah memeriksa dua sejoli yang diduga sebagai orang tua bayi malang tersebut, yakni Amirul Muhammad Habib (AMH) dan Wike Rina Anggraeni (WRA).
AMH, pemuda 22 tahun asal Desa Waruk Tengah, bersama kekasihnya WRA, seorang mahasiswi berusia 20 tahun dari Desa Pleset, diduga membunuh bayi yang baru lahir setelah hubungan gelap mereka.
Kejadian tragis ini bermula ketika WRA, yang tengah hamil, menghubungi AMH untuk membantunya melahirkan pada Rabu malam, 4 Desember 2024.
Bayi lahir di garasi rumah WRA tanpa diketahui oleh keluarga.
Namun, sekitar pukul 01.00 WIB pada Kamis (5/12), AMH diduga membungkam saluran pernapasan bayi hingga menyebabkan kematiannya.
Setelah bayi meninggal, AMH mengantar WRA ke Puskesmas Pangkur dan keduanya mengaku bahwa WRA mengalami keguguran.
AMH kemudian membawa jasad bayi tersebut kembali ke rumahnya di Desa Waruk Tengah, membungkusnya dengan sarung, dan menguburkannya di belakang rumah.
Kapolres Ngawi AKBP Dwi Sumrahadi Rakhmanto menjelaskan bahwa untuk memperkuat bukti pembunuhan, polisi telah membongkar makam bayi untuk dilakukan autopsi di RSUD dr Soeroto Ngawi.
Hasil sementara autopsi menunjukkan bahwa bayi lahir dalam kondisi hidup, namun meninggal akibat saluran pernapasan yang tersumbat.
Berat bayi tercatat 2,6 kilogram dan panjang 56 sentimeter, dengan usia kehamilan diperkirakan antara 8 hingga 9 bulan.
Penyelidikan lebih lanjut dilakukan untuk mengetahui motif di balik tindakan kejam ini.
Meskipun kedua pelaku mengaku melakukan pembunuhan karena alasan keguguran, pihak kepolisian menduga bahwa motif sebenarnya terkait dengan rasa malu akibat kehamilan di luar nikah, mengingat WRA masih berstatus mahasiswi di salah satu akademi keperawatan di Ngawi.
Orang tua WRA mengaku tidak mengetahui bahwa anaknya sedang hamil. Kecurigaan mulai muncul setelah pasangan tersebut mengunjungi Puskesmas Pangkur dan mengaku keguguran, yang kemudian dilaporkan oleh Kepala Desa Waruk Tengah kepada pihak berwajib.
Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut, dan polisi terus menggali keterangan dari sejumlah saksi untuk mengungkap secara lengkap peristiwa tragis ini. (*)
Editor : Nyoman Suarna