BALIEXPRESS.ID – Sebuah kecelakaan terjadi di perlintasan kereta api tak berpalang di Desa Sambirejo, Kecamatan Rejoso, Pasuruan, Rabu siang (11/12).
Mobil Daihatsu Xenia bernomor polisi L 1687 IY dihantam oleh Kereta Api (KA) Sri Tanjung rute Banyuwangi-Yogyakarta. Beruntung, sopir mobil tersebut selamat.
Berdasarkan keterangan warga di lokasi, insiden bermula saat mobil Xenia melintasi rel dari jalur Pantura menuju Desa Jarangan di sisi utara rel.
Mobil tiba-tiba mogok tepat di atas perlintasan. Menyadari ada KA Sri Tanjung yang melaju dari arah timur, sopir segera keluar dari kendaraan untuk menyelamatkan diri.
Meski sopir selamat, mobil yang tertemper kereta api terlempar hingga ke sungai di sisi utara rel.
Mobil tersebut mengalami kerusakan parah dan terbalik, hingga menarik perhatian warga sekitar.
Manager Hukum dan Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi di KM 68+3/4 petak jalan antara Stasiun Rejoso dan Stasiun Pasuruan.
Lokasi perlintasan tersebut tidak memiliki palang pintu dan hanya dijaga masyarakat sekitar secara swadaya.
“Perlintasan itu tanpa palang pintu dan dijaga oleh masyarakat secara swadaya,” ungkap Cahyo.
Pasca insiden, KA Sri Tanjung melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Pasuruan dengan kecepatan terbatas untuk melakukan pengecekan rangkaian kereta.
PT KAI mengonfirmasi insiden ini melalui akun X @KAI121. Kereta yang berangkat dari Ketapang menuju Lempuyangan mengalami keterlambatan hingga 70 menit akibat tabrakan tersebut.
PT KAI juga telah memberikan service recovery kepada penumpang KA Sri Tanjung sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan No. 63 Tahun 2019.
“Atas keterlambatan ini, kami memohon maaf kepada pelanggan yang terdampak,” ujar Cahyo.
PT KAI kembali mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kedisiplinan saat melintasi perlintasan sebidang.
Pengguna jalan diminta untuk mendahulukan perjalanan kereta api demi keselamatan bersama. (*)
Editor : Nyoman Suarna