Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

TRAGIS! Satu Keluarga Tewas Diduga Bunuh Terkait Pinjol: Begini Kronologi Penemuan para Korban

Nyoman Suarna • Senin, 16 Desember 2024 | 23:42 WIB
BUNUH DIRI: Ilustrasi satu keluarga terdiri dari suami, istri dan anak ditemukan tewas di rumahnya, diduga bunuh diri karena terkait pinjol.
BUNUH DIRI: Ilustrasi satu keluarga terdiri dari suami, istri dan anak ditemukan tewas di rumahnya, diduga bunuh diri karena terkait pinjol.

BALIEXPRESS.ID – Polisi masih mendalami motif di balik tewasnya tiga orang dalam satu keluarga di Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Peristiwa tragis yang diduga merupakan kasus bunuh diri ini terjadi pada Minggu (15/12).

Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Kemas M.S. Arifin, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum bisa menyimpulkan alasan di balik tindakan tersebut.

"Dalam peristiwa ini, belum diketahui motif bunuh diri yang melibatkan satu keluarga," ujarnya, Senin (16/12).

Sebagai langkah investigasi, tim penyidik Polres Tangsel telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan forensik terhadap para korban, serta memeriksa sejumlah saksi untuk melengkapi keterangan.

Menurut keterangan sementara yang dihimpun, salah satu korban sempat bercerita kepada pihak keluarga bahwa dirinya memiliki masalah dengan utang pinjaman online (pinjol). Hal ini menjadi salah satu faktor yang tengah didalami oleh pihak kepolisian.

Ketiga korban ditemukan meninggal dunia di rumah mereka di Kampung Poncol, RT 5/2, Kelurahan Cirendeu.

Mereka adalah suami berinisial AF (31), istri YL (28), dan anak AAH (3).

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh kakak kandung YL, Yanih, yang hendak menyalakan kontak air di rumah korban sekitar pukul 11.00 WIB.

Saat tiba, Yanih menemukan pintu rumah terkunci. Ia kemudian masuk melalui jendela samping yang kebetulan tidak terkunci.

Di dalam rumah, ia menemukan YL dan anaknya, AAH, dalam kondisi terbujur kaku di kamar tidur.

"YL (istri) dan AAH (anak) ditemukan terbaring di kamar tidur rumah korban," ujar Kapolsek.

Yanih langsung membawa AAH ke Klinik Medika Cirendeu untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, tim medis menyatakan bahwa anak tersebut sudah meninggal dunia sebelum sampai di klinik.

Sementara itu, AF ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di plafon dapur rumah.

"Korban AF ditemukan tergantung di atas plafon dapur," ungkap Kapolsek.

Polisi masih berupaya mengungkap motif di balik tragedi ini.

Dugaan sementara terkait masalah utang menjadi salah satu fokus utama penyelidikan.

"Kami akan terus mendalami kasus ini dan mengumpulkan keterangan lebih lanjut dari para saksi," pungkas Kapolsek. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#keluarga #pinjol #bunuh diri