BALIEXPRESS.ID - Kasus pembunuhan Abid Yuliandi Muyafa, 38, warga Perumnas Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, akhirnya terungkap.
Pria yang hidup sendiri ini tewas dengan luka tusuk di kebun jeruk setelah diajak mabuk oleh temannya, Sudarwo alias Jarwo, 38, warga Jalan Empunala, Kelurahan Balongsari, Magersari.
Kapolres Mojokerto Kota AKP Achmad Rudi Zaeny menjelaskan, pembunuhan tersebut terjadi pada Kamis (31/10) dini hari.
"Motifnya masih kami dalami, tetapi tersangka mengaku menghabisi korban setelah mengajaknya mabuk-mabukan," ujar Rudi, Jumat (20/12).
Peristiwa bermula pada Rabu (30/10) malam, ketika Jarwo menjemput korban di rumahnya di Jalan Merapi V, Perumnas Wates, menggunakan motor Honda Supra X 125 tanpa pelat nomor.
Keduanya kemudian pergi ke sebuah warung di kawasan Jalan Benteng Pancasila (Benpas) untuk minum alkohol hingga dini hari.
Usai mabuk, Jarwo mengajak korban berkeliling mencari minuman lagi.
Namun, situasi berubah tragis ketika mereka tiba di Jalan Ir. Soekarno, Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Kamis (31/10) sekitar pukul 04.00.
Di lokasi tersebut, Jarwo menusuk Abid menggunakan pisau komando sepanjang 30 sentimeter.
"Korban sempat melawan, tetapi akhirnya tewas dengan beberapa luka tusukan di perut," imbuh Rudi.
Baca Juga: Kisah Mbok Satinem: Penjual Lupis Legendaris yang Mendunia dan Jadi Langganan Soeharto
Jasad Abid ditemukan tiga hari kemudian, Sabtu (2/11), oleh seorang pemancing yang melintas di kebun jeruk di Jalan Ir. Soekarno.
Korban ditemukan tengkurap, mengenakan helm, dengan kondisi usus terburai akibat luka tusukan.
Setelah lebih dari satu bulan buron, Jarwo akhirnya diringkus di Jalan Padasuka, Cibeunying Kidul, Kota Bandung, pada Rabu (18/12) sore.
Kini ia ditahan dan dijerat Pasal 340 dan/atau 338 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati, penjara seumur hidup, atau maksimal 20 tahun.
Polisi menyita sejumlah barang bukti dari Jarwo, termasuk motor, pisau komando, helm merah, celana, serta jaket loreng.
Abid diketahui tinggal seorang diri di rumah sederhana yang baru saja mendapat bantuan bedah rumah setelah kebakaran pada September lalu.
Ia tidak bekerja, memiliki riwayat gangguan mental, dan sehari-hari hanya menggunakan sepeda ontel.
Ayahnya sudah meninggal, sementara ibunya kembali ke Desa Brumbun, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, lima tahun lalu.
Warga sekitar sempat curiga dengan aktivitas seorang pria yang sering datang ke rumah Abid.
Pria itu belakangan diketahui adalah Jarwo, yang menghabisi nyawa temannya dengan cara keji. (*)
Editor : Nyoman Suarna