BALIEXPRESS.ID - Tragedi memilukan terjadi di Universitas Jember (Unej) pada Senin (23/12).
Seorang mahasiswa Prodi Sosiologi angkatan 2023, DN, diduga mengakhiri hidupnya dengan melompat dari lantai delapan gedung kampus.
Insiden ini memunculkan berbagai spekulasi mengenai latar belakangnya.
Wakil Rektor III Unej, Fendi Setiawan, dalam jumpa pers menyatakan, peristiwa tersebut murni tindakan bunuh diri.
Penegasan ini didasarkan pada bukti rekaman CCTV yang menunjukkan DN naik ke lantai delapan seorang diri.
"Dari rekaman CCTV, korban terlihat sendiri. Jadi, kalau ada rumor dia didorong atau ada pihak lain yang terlibat, itu tidak benar," ujar Fendi.
Selain itu, kondisi keamanan di lantai tersebut cukup terjamin, dengan pagar pengaman setinggi kepala orang dewasa.
Kejadian ini juga disaksikan oleh beberapa orang yang melihat sesuatu jatuh dari atas sebelum akhirnya diidentifikasi sebagai DN.
Di lokasi, ditemukan barang-barang pribadi milik DN, seperti tas selempang merah yang ditinggalkan di lantai delapan.
Tas tersebut berisi KTP, dua ponsel, SIM, dan STNK atas nama almarhum.
Hasil forensik dari kepolisian memperkuat dugaan bahwa korban sengaja menjatuhkan diri.
Menurut rekan-rekan seangkatan dan pihak kampus, DN dikenal sebagai sosok yang tertutup dan jarang bergaul. Di kosnya, ia lebih sering menghabiskan waktu sendirian di kamar.
Pihak kampus juga mendalami informasi dari keluarga korban.
Ayahnya mengungkapkan bahwa DN sebelumnya sempat kuliah di sebuah universitas di Malang, namun memutuskan pindah ke Unej karena merasa tertekan.
"Dia sering nervous dan grogi. Tapi, berdasarkan informasi dari teman-teman, tidak ada indikasi perundungan," tambah Fendi.
Tragedi ini menjadi perhatian besar bagi Universitas Jember. Kampus mengimbau seluruh mahasiswa untuk tidak ragu berbagi masalah yang dihadapi kepada pihak kampus, teman, atau keluarga, demi mencegah kejadian serupa di masa depan. (*)
Editor : Nyoman Suarna