BALIEXPRESS.ID – Demi eksis dan viral di media sosial, sekelompok remaja di Solo melakukan aksi yang berisiko tinggi.
Mereka nekat mengendarai sepeda motor dengan empat penumpang sekaligus, duduk di bangku panjang yang ditempatkan di jok belakang, dan tanpa mengenakan baju.
Aksi berbahaya ini terungkap lewat video yang diterima oleh radarsolo.com.
Dalam video tersebut, terlihat seorang remaja mengendarai sepeda motor, sementara tiga temannya duduk di bangku panjang di jok belakang.
Keempatnya hanya mengenakan celana dan helm, tanpa pakaian atas.
Tertangkap di Flyover Purwosari
Ulah berbahaya para remaja itu berakhir saat Tim Sparta Polresta Solo menangkap mereka di ruas Jalan Slamet Riyadi, tepatnya di kawasan Purwosari, pada Sabtu (28/12) dini hari.
Keempat remaja tersebut dihentikan saat hendak naik ke atas Flyover Purwosari dalam patroli rutin blue light.
Kasat Samapta Polresta Solo, Kompol Arfian Riski Dwi Wibowo, menjelaskan kronologi penangkapan.
“Mereka berkendara tidak sesuai aturan. Tidak memakai pakaian dan membawa kursi di belakang motor yang dinaiki tiga orang,” ujar Arfian.
Identitas Pelaku dan Barang Bukti
Keempat remaja yang diamankan adalah:
- NM (16 tahun)
- HPP (16 tahun)
- MK (16 tahun)
- EDN (17 tahun)
Semua pelaku merupakan warga Kabupaten Sukoharjo. Barang bukti yang diamankan oleh polisi meliputi 1 unit sepeda motor matic dan 1 bangku panjang yang digunakan untuk aksi mereka.
“Selanjutnya, keempat remaja tersebut beserta barang buktinya kami amankan ke Mako Polresta Solo untuk diproses lebih lanjut,” tambah Arfian.
Motif: Demi Konten Viral
Hasil pemeriksaan sementara mengungkapkan bahwa aksi ini dilakukan semata-mata untuk membuat konten di media sosial.
“Ini yang menjadi perhatian kami. Membuat konten boleh saja, tetapi harus positif dan tidak membahayakan,” tegas Arfian.
Arfian juga menekankan bahaya dari aksi semacam ini.
“Tindakan seperti ini dapat memicu kecelakaan lalu lintas, membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lain, bahkan bisa berakibat fatal,” pungkasnya.
Pesan untuk Remaja
Kasus ini menjadi peringatan bagi para remaja untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
Mengejar popularitas atau sensasi tidak sebanding dengan risiko keselamatan.
Membuat konten kreatif dan inspiratif jauh lebih bermanfaat dibanding aksi yang melanggar hukum dan membahayakan nyawa.
Akhirnya, aksi nekat demi viral ini justru membawa mereka ke kantor polisi, bukan popularitas. Jangan sampai Anda menjadi pelaku berikutnya! ***