Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kronologi Biduan Dangdut Tendang Kepala Sekolah hingga Jatuh dari Panggung: Sang Biduan Ungkap Alasannya

I Putu Suyatra • Sabtu, 11 Januari 2025 | 03:45 WIB

Amelia Santy (baju kuning) saat hadir di suatu acara dan potongan video saat kepala sekolah ditendang dari panggung karena hendak melecehkannya. (Foto: Instagram @kaltengpos)
Amelia Santy (baju kuning) saat hadir di suatu acara dan potongan video saat kepala sekolah ditendang dari panggung karena hendak melecehkannya. (Foto: Instagram @kaltengpos)

BALIEXPRESS.ID - Palangkaraya, Kalimantan Tengah, diguncang oleh insiden mengejutkan yang melibatkan Kepala SMAN 7 Petuk Bukit dan seorang biduan dangdut, Amelia Santy.

Peristiwa ini terjadi saat Amelia tampil memeriahkan sebuah hajatan pada Minggu (5/1/2025).

Amelia, yang tampil anggun dengan kebaya kuning menyala, memukau tamu hajatan dengan suaranya.

Suasana ceria berubah drastis ketika seorang pria, yang diduga kepala sekolah berinisial GY, tiba-tiba naik ke atas panggung.

Kejadian memalukan ini mencapai puncaknya saat GY merebut mikrofon Amelia dengan paksa dan berusaha menyentuh area pribadi sang biduan.

Aksi tersebut memancing reaksi spontan dari Amelia, yang langsung melayangkan tendangan keras hingga membuat tubuh GY terjatuh dari panggung.

Para tamu yang menyaksikan insiden ini dibuat terperangah.

Amelia, merasa terhina dan trauma, segera melaporkan dugaan pelecehan seksual tersebut ke Subdit Renakta Polda Kalimantan Tengah.

"Benar, kami telah melaporkan oknum kepala sekolah berinisial GY ke Polda Kalteng," ungkap Windu Sukmono, kuasa hukum Amelia, pada Kamis (9/1).

Windu menegaskan bahwa pihaknya telah menyertakan bukti kuat dan saksi-saksi untuk mendukung laporan.

Ia juga menyerukan agar pihak kepolisian segera memproses kasus ini, mengingat terlapor masih aktif sebagai tenaga pengajar.

“Kami berharap Dinas Pendidikan Kalteng mengambil tindakan tegas agar kasus ini tidak mencoreng citra dunia pendidikan,” tambah Windu.

Insiden ini memicu perhatian publik, tidak hanya karena melibatkan seorang kepala sekolah tetapi juga karena keberanian Amelia dalam melawan perlakuan tidak pantas di hadapan umum.

Kasus ini diharapkan menjadi peringatan keras agar siapapun, terutama figur publik dan pendidik, menjaga integritas mereka.

Apakah tindakan tegas akan segera diambil? Publik kini menantikan langkah berikutnya dari pihak berwenang. *** 

 

Editor : I Putu Suyatra
#dandut #palangkaraya #kepala sekolah #biduan